

inNalar.com – Proses pembangunan infrastruktur untuk IKN (Ibu Kota Negara) sampai saat ini masih terus dilakukan.
Mulai dari jalan, jembatan, kawasan industri, hingga bendungan untuk memenuhi kebutuhan air di IKN.
Salah satu bendungan yang dibangun dengan tujuan mengalirkan air ke wilayah IKN adalah bendungan di Kalimantan Timur ini.
Baca Juga: Jadwal Bulutangkis di Asian Games 2022: Indonesia Siap Gondol Medali Emas
Dengan luas genangan sekitar 280 hektar, bendungan ini nantinya akan menyuplai kebutuhan air ke Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) dan 9 wilayah pengembangan IKN Nusantara.
Bendungan ini memiliki volume air sekitar 11 juta meter kubik.
Pembangunan bendungan di Kalimantan Timur dilaksanakan mulai tahun 2020 dan rencananya akan selesai di akhir tahun 2023.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, kontraktor pelaksana dari proyek bendungan ini adalah PT Brantas Abipraya – PT Sacna – PT BRP (KSO).
Adapun biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan bendungan ini tentunya jumlahnya tidak sedikit.
Sekitar Rp 556 miliar digelontorkan untuk membangun bendungan di Kalimantan Timur Ini.
Memiliki fungsi sebagai penyedia air baku bagi IKN, bendungan ini mampu mengalirkan air sekitar 2.000 liter per detik.
Selain itu, bendungan ini juga memiliki kapasitas untuk mengalirkan air 500 liter per detik ke daerah lain, yakni Balikpapan.
Fungsi lain dari bendungan ini adalah untuk mereduksi banjir di kawasan IKN dan Kecamatan Sepaku.
Bendungan ini dapat mereduksi banjir hingga 232 meter kubik air.
Nama dari bendungan ini adalah Bendungan Sepaku Semoi yan terlebih di Kabupaten Penajam Pasir di Kalimantan Timur.
Dilansir inNalar.com dari presiden.go.id, pada 21 September 2022 lalu, Presiden Indonesia, yakni Jokowi, datang ke Bendungan Sepaku Semoi untuk melakukan pengisian awal atau impounding.
Meski pembangunannya belum sepenuhnya selesai, Bendungan Sepaku Semoi ini sudah rampung 97% sudah dapat digunakan.***