

inNalar.com – Warga Kalimantan Timur, siapa yang tidak kenal dengan Telaga Batu Arang, yang terletak di Kabupaten Sangatta.
Telaga ini merupakan salah satu objek wisata di Kalimantan Timur yang dihasilkan dari pemanfaatan lahan bekas pertambangan di wilayah sana.
Melansir dari laman web esdm.go.id, disebutkan bahwa Telaga Batu Arang memiliki luas lahan sebesar 12 hektare.
Namun, sebelumnya disebutkan bahwa area lahan pertambangan di Sangatta Kalimantan tersebut, sekarang berubah drastis menjadi lahan hijau yang banyak ditumbuhi pepohonan.
Secara luas, seluruh kawasan pertambangan yang sekarang diubah jadi objek wisata baru dengan telaga cantik tersebut sebesar 270 hektare.
Diketahui, bahwa dulunya lahan pertambangan di Sangatta Kalimantan Timur tersebut merupakan lokasi tambang pertama dari PT Kaltim Prima Coal atau KPC.
Berbagai jenis batu bara yang melimpah, dulunya tersedia di lokasi pertambangan ini.
Namun, sekarang cadangan batu bara di lokasi pertambangan Sangatta, Kalimantan Tiur tersebut telah dikeruk habis.
Diketahui sebelumnya, bahwa pertambangan yang berlokasi di Sangatta, Kalimantan Timur tersebut merupakan lahan konsesi milik PT Kaltim Pria Coal.
Setelah mengeksploitasi cadangan batu bara di sana, KPC akhirnya memutuskan untuk mengembalikan lokasi tambang tersebut pada keadan semula.
Dengan itu, pada tahun 2001 KPC mulai mereklamasi kawasan pertambangan batu bara ini menjadi lahan hijau yang penuh pepohonan.
Tidak lupa, KPC pun menggandeng sejumlah pihak Universitas untuk meneliti kualitas tanah dan air di areal tambang tersebut.
Hasil penelitian menjawab bahwa berbagai spesies hewan dan tumbuhan telah kembali ke habitat awalnya, yakni di Sangatta, Kalimantan Timur.
Begitupula dengan telaganya, air kolam yang ada di lahan pasca tambang tersebut menunjukkan kualitas A, sehingga berbagai jenis ikan pun hidup di sana.
Saat ini lokasi pasca tambang batu bara Sangatta Kalimantan Timur secara resmi ditetapkan sebagai zona wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.***