Tingginya Setara Gedung 16 Lantai, Gunung Sampah di Bekasi ini Bisa Hasilkan Rp149 Miliar per-Tahun, Kok Bisa?

inNalar.Com – TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantar Gebang menjadi tempat pembuangan sampah utama berbagai sampah dari seluruh area Jakarta dan Bekasi.

Sebanyak ratusan truk sampah mengantarkan sampah seberat ribuan ton ke TPST Bantar Gebang setiap harinya.

Bantar Gebang masuk dalam wilayah Bekas Jawa Barat dan memiliki penampakan tak biasa berupa gunungan sampah yang diklaim tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Mega Proyek Rampung 74 Persen! Smelter Tembaga di Gresik Jawa Timur Ini Target Beroperasi 2024, Anggaranya…

Beroperasi sejak tahun 1989 hingga saat ini, tercatat sekitar 39 juta ton sampah telah memenuhi sebagian besar dari area lahan seluas 110,3 Hektar tersebut.

Tumpukan sampah yang dipadatkan tersebut membentuk sebuah gunung sampah yang tingginya bak gedung setinggi 16 lantai.

Sementara luas bentangan lahan yang tertutup tumpukan sampah diperkirakan setara dengan 200 lapangan sepak bola.

Baca Juga: Mulanya Soda Kausik, Perusahaan di Sidoarjo, Jawa Timur Ini Akhirnya Beralih Jadi Produsen Kertas Ternama

Dilansir InNalar.Com dari upstdlh.id, volume sampah yang dibawa ke TPST Bantar Gebang rata-rata antara 6.500 hingga 7.000 ton perharinya.

Sebenarnya, di TPST Bantar Gebang ada tempat khusus untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih memberi manfaat.

Contoh pengolahannya seperti mengubah sampah organik jadi pupuk kompos dan mengubah gas pada sampah menjadi listrik.

Baca Juga: Google Dituduh Memonopoli Pasar, Masa Depan Internet di Ambang Perubahan Total?

Namun, banyaknya sampah yang masuk setiap harinya hingga ribuan ton membuat sampah-samph tersebut tertimbun hingga menggunung.

Meski TPST Bantar Gebang kerap dianggap menjijikkan bahkan seperti sarang penyakit bagi sebagian orang, namun di sisi lainnya menganggap tumpukan sampah itu bak barang berharga.

Sebanyak sekitar 6.000 orang pemulung menggantungkan hidupnya dan keluarganya dengan mengais sampah di Bantar Gebang.

Sampah-sampah yang ada dipilah oleh para pemulung tersebut kemudian dibawa untuk dijual ke pengepul.

Rata-rata pemulung di Bantar Gebang bisa memperoleh sekitar Rp 100.000-300.000 perhari.

Perputaran ekonomi Bantar Gebang tak bisa diremehkan. Dalam satu tahun, perputaran uang penjualan di TPST tersebut tercatat diperkirakan mencapai Rp149 Miliar.

Melihat gunungan sampah dari ibukota membuat kita tau bahwa tingkat kesadaran masyarakat Indonesia khususnya di Ibukota masihlah kurang.

Hal ini terbukti dengan tumpukan sampah plastik yang mendominasi isi truk sampah setiap harinya di TPST Bantar Gebang.***

Rekomendasi