Memakan Korban! Jembatan ‘Mistis’ Senilai Rp19 M di Jawa Timur Ganti Nama: Lokasinya di Jember, Ada yang Tahu?


JEMBER, inNalar.com
– Pemerintah sudah menggagas pembangunan jembatan di Jember, Jawa Timur selama 6 tahun.

Nama jembatan di Jember ini terkenal mistis dan sering memakan korban.

Akhirnya jembatan tersebut resmi berganti nama pada Sabtu 12 Agustus 2023.

Adapun lokasinya sendiri berada di Dusun Ponjen Kidul, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, Jawa Timur.

Baca Juga: Tingginya Setara Gedung 16 Lantai, Gunung Sampah di Bekasi ini Bisa Hasilkan Rp149 Miliar per-Tahun, Kok Bisa?

Warga sekitar menamai jalan layang itu dengan penamaan ‘Pocong’.

Menurut keterangan Kepala Desa Kencong, Ahmadi, nama tesebut diambil warga bukan tanpa alasan.

Kata pocong yang dimaksud adalah singkatan dari Ponjen-Kencong.

Baca Juga: Mega Proyek Rampung 74 Persen! Smelter Tembaga di Gresik Jawa Timur Ini Target Beroperasi 2024, Anggaranya…

Pasalnya jembatan tersebut berada di Dusun Ponjen, Desa Kencong, Jember.

Penamaan jembatan pocong, rupanya memberikan dampak tersendiri bagi warga sekitar.

Banyak pihak yang menganggap bahwa jembatan ini angker, begitupun dengan pendapat masyarakat sekitar.

Dilansir inNalar.com dari Pemkab Jember, jembatan pocong memiliki lebar 10 meter dan panjang 100 meter.

Baca Juga: Mulanya Soda Kausik, Perusahaan di Sidoarjo, Jawa Timur Ini Akhirnya Beralih Jadi Produsen Kertas Ternama

Pembangunannya pun menggunakan dana APBD Jember Tahun 2018 sebesar Rp19 Miliar.

Jembatan pocong Jember diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di jalan provinsi.

Asal Usul Pocong dalam Mitos

Pocong menjadi salah satu entitas yang paling banyak diceritakan dalam mitos masyarakat Indonesia.

Hantu ini digambarkan berupa mayat yang terbungkus kain kafan.

Baca Juga: Google Dituduh Memonopoli Pasar, Masa Depan Internet di Ambang Perubahan Total?

Menurut mitos, kemunculan pocong mengindikasikan bahwa mereka meminta pertolongan agar dibukakan ikatan kain kafan.

Wujudnya sendiri memiliki wajah yang hitam dan mata merah.

Ada yang mengatakan bahwa wajahnya rata dengan mata yang berongga.

Baca Juga: GOOD BYE! 4 Hewan Ini Dipastikan Punah Sebelum Tahun 2050, Salah Satunya Macan Tutul

Lantas bagaimana asal usul munculnya Pocong dalam Mitos Jawa? Berikut penjelasannya.

Mitos mengatakan bahwa kemunculan Pocong terjadi ketika dalam 40 hari kematian seseorang,

Mayat akan bangkit dn meminta ikatan kafannya dilepasa agar jiwa mereka bebas dari dunia ini.

Baca Juga: Penerbangan Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung Pindah ke Majalengka Jawa Barat, Turun Kelas?

Kemunculannya sendiri berawal dari adanya asap di kuburan seseorang.

Asap ini akan menjelma menjadi sosok makhluk-makhluk kecil.

Sosok-sosok tersebut kemudian akan menyebar ke arah kaki dn kepala mayat.

Baca Juga: Diklaim Paling Ramah Lingkungan se-Indonesia! Smelter Nikel di Sulawesi Selatan Telan Investasi Rp3,2 Triliun?

Lalu mulai membentuk wujud pocong yang akan mulai menghantui warga di sekitarnya.

Pocong dikatkan bergerak dengan cara melompat karena kain kafanya yang membungkus tubuh.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa pocong dapat melayang.

Baca Juga: Inilah Fakta Unik Dibalik Warna Tutup Botol Kemasan Mineral di Indonesia, Warna Biru Berarti…

Pergantin Nama Jembatan Pocong di Jember

Masyarakan Dusun Ponjen, Desa Kencong percaya bahwa penamaan jembatan pocong bisa berakibat buruk.

Salah satunya, jembatan itu sering memakan korban kejahatan.

Mulai dari begal hingga pengeroyokan yang berujung pada penusukan.

Baca Juga: Rampung 90 Persen, Smelter Nikel Sulawesi Selatan Kapasitas 33 Ribu Ton Ini Diklaim Paling Ramah Lingkungan?

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengganti nama jembatan pocong menjadi jembatan Grojokan.

Nama Grojokan sendiri diambil berkaitan dengan kawasan Sungan Santer yang terdapat banyak batuan padas.

Batuan itu menghampar sepanjang hampir 1 km yang berbelok-belok membentuk sebuah air terjun.

Baca Juga: Sempat Mau Putus Kontraktor, Smelter Alumina di Kalbar Kembali Dilanjutkan dan Bakal Serap 1.300 Tenaga Kerja

Dan kadangkala membentuk sebuah pusaran.

Masyarakat berharap dengan adanya penggantian nama jembatan yang baru ini dapat mengurangi keanggkeran lokasi.

Khusunya meminimalisir tindak kejahatan yang sebelumnya sering terjadi di Jembatan Grojokan.

Rekomendasi