Senilai Rp2,6 Triliun, Pembangunan Bandara Terbesar Kedua di Indonesia Ini Pernah Mangkrak Sejak Era Megawati

 

inNalar.com – Bandara merupakan hal yang penting sebagai pelayanan keberangkatan maupun kedatangan pesawat yang membawa para penumpang bepergian.

Indonesia sendiri telah terdapat 340 bandara dengan 32 di antaranya merupakan bandara bertaraf internasional.

Salah satunya adalah bandara yang terletak di Jawa barat bernama Bandara Internasional Kertajati atau dikenal dengan sebutan Bandar Udara Majalengka atau West Java International Airport.

Baca Juga: Penerbangan Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung Pindah ke Majalengka Jawa Barat, Turun Kelas?

Bandara Kertajati ini merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno – Hatta yang terletak di Cengkareng, Tangerang.

Bandara Kertajati ini sempat mengalami mangkrak cukup lama dan mulai berjalan lagi dengan beberapa aktivitas penerbangan pada pertengahan 2023.

Perencanaan Pembangunan Bandara Kertajati ini sebenarnya sudah dilakukan pada masa presiden Megawati Soekarnoputri.

Telah dilakukan studi kelayakan di tahun 2003 dan mendapat izin penetapan lokasi pada tahun 2005.

Baca Juga: Bandara Terbengkalai Seluas 580 ha di Jerman Diubah Menjadi Oasis Hijau, Ternyata Bukan Kali Pertama

Pada saat itu pemprov Jawa barat mengaku sanggu untuk mendanai pembangunan bandara dengan dana APBD dengan biaya senilai Rp2,6 triliun.

Namun hingga 2011 Pembangunan Bandara Kertajati ini tak juga direalisasikan, baru pada tahun 2014 dilakukan proses pembersihan dan konstruksi pondasi.

Pembangunan Bandar ini pun masuk kedalam Program Strategis Nasional (PSN) sejak tahun 2015 sampai 2017, dengan menggunakan dana kementerian perhubungan.

Dilansir inNalar.com dari laman situs Angkasa Pura II, setelah melewati proses panjang Bandara Kertajati akhirnya resmi beroperasi pada 24 mei 2018 dengan pendaratan pertama kali merupakan Pesawat Kepresidenan Indonesia.

Baca Juga: Punya Desain Unik seperti Paruh Burung, Bandara Termegah di Kalimantan Tengah Sedot Dana hingga Rp700 M

Pada peresmian pertama kali, Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter dan akan direncanakan perpanjangan hingga 3 ribu meter pada November 2018

Tujuan utama pembangunan bandara ini adalah dengan melayani beberapa rute penerbagan nternasional di wilayah Bandung dan Cirebon.

Sejak diresmikan pada tahun 2018 lalu oleh Presiden Joko Widodo Bandara Kertajati ini sempat mendapat respon negatif dari para penumpang.

Minimnya Jumlah penumpang serta kurangnya dilakukan aktivitas bandara membuat bandara tersebut harus memberhentikan layanan penerbangan reguler pada juli 2019.

Salah satu hal yang menjadi memberhentikan aktivitas Bandara ini adalah rendahnya jumlah penumpang dan sulitnya akses jalan menuju bandara.

Hal tersebut terjadi dikarenakan tol yang menjadi akses utama ke Bandara Kertajati belum rampung, yakni tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan – Cisumdawu.

Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk menghidupkan kembali bandara iani diantaranya menggunakan Bandara sebagai pusat kargo, embarkasi haji, dan juga dilakukan perbaikan dan perawatan pada pesawat.

Setelah upaya yang dilakukan pemerintah, pada bulan Mei 2023 bandara ini kembali melayani penerbangan untuk pemberangkatan haji dan fokus utamanya jemaah haji asal Cirebon raya.

Baca Juga: 18 Km dari Nganjuk, Sawah Padi di Jawa Timur Ini Disulap Konglomerat Kediri Jadi Bandara Senilai Rp10,8 T

Sampai saat ini Bandara Kertajati telah aktif sepenuhnya dengan melayani penerbangan internasional dan juga penerbangan umrah yang dilakukan pada empat kali dalam seminggu serta penerbangan Kuala Lumpur yang beroperasi selama dua kali dalam seminggu.

Terdapat pula beberapa akses lainnya menuju bandara kertajati di antaranya, bus Damri, Bhinneka Shuttle, Sobat Trans Shuttle – Cimahi, Mekarsari Shuttle dan Citi Trans Utama (CTU) Shuttle.

Dalam seluruh moda transportasi tersebut memiliki biaya atau tarif yang sama yakni sebesar Rp150 ribu.

Setelah diresmikannya pula jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan – Cisumdawu, perjalan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka ini mempermudah konektivitas.

Jalan tol ini diresmikan pada Selasa 11 juni 2023, dengan begitu jalan tol ini pun dapat membuka peluang bagi pertumbuhan berbagai sektor mulai dari sektor ekonomi, perdagangan, pariwisata dan investasi di wilayah Majalengka dan sekitarnya.***

Rekomendasi