

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat sudah dilakukan sejak lama, bahkan sebelum tahun 2006.
Berdasarkan catatan dari website resmi Kementerian Umum dan Pekerjaan Rakyat, salah satu pembangunan di Kalimantan Barat adalah pembangunan Jalan Pontianak-Tayan.
Pada tahun 2006, Departemen Pekerjaan Umum mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk melakukan pembangunan jalan Pontianak-Tayan sepanjang 104,2 km.
Baca Juga: Dorong UMKM Grow Up, Shopee Live Jadi Fitur Live Streaming Pelaku Usaha Lokal Terfavorit
Pada saat itu, pembangunan dilakukan secara bertahap, sebab dana Rp 60 miliar masih kurang untuk membangun Jalan Pontianak-Tayan.
Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Pontianak-Tayan di Kalimantan Barat ini sekitar Rp 348,18 miliar.
Pembangunan Jalan Pontianak-Tayan memiliki arti penting untuk warga sekitar wilayah Pontianak.
Dengan adanya pembangunan Jalan Pontianak-Tayan mempermudah akses warga terutama saat musim hujan.
Selanjutnya, pada tahun 2010 Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer membuka sebuah selubung sebagai tanda dimulainya perancangan 20 paket pekerjaan sipil untuk infrastruktur jalan dan jembatan di Kawasan Indonesia Timur(KTI).
Perancangan dari 20 paket dipusatkan di ruas jalan Pontianak-Tayan tepatnya di Teluk Bakung, Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Melalui sambutannya, Djoko Kirmanto ungkap pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan salah satu dukungan dari The Australian Agency for International Development (Aus AID).
Jumlah bantuan yang diberikan oleh pemerintah Australia sebesar 300 juta dollar Australia atau kurang lebih Rp 2,5 triliun.
Cakupan wilayah pembangunan tersebut terbagi dalam 9 provinsi yaitu Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Menurut PU proyek, Jalan Pontianak-Tayan di Kalimantan Barat merupakan proyek strategis dan memiliki peran penting dalam jaringan jalan nasional.
Salah satu ruas Jalan Pontianak-Tayan di Kalimantan Barat yang pada tahun 2010 masih dalam pengerjaan adalah jalan sepanjang 31,5 km dengan standar lebar 6-7m, dengan bahu jalan 1,5 m.
Ruas tersebut merupakan bagian dari Trans Kalimantan bagian Selatan yang termasuk dalam jaringan ASEAN (ASEAN Highway).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi