Makam Kuno Bermunculan Saat Bendungan Seluas 9 Ribu Ha di Semarang Ini Mengering, Kok Bisa?

inNalar.com – Jawa Tengah terdapat salah satu bendungan raksasa yang telah dibangun sejak tahun 1976.

Bendungan di Semarang Jawa Tengah ini dikenal dengan sebutan Bendungan Gajah Mungkur. Kemunculan beberapa makam kuno membuat heboh warga.

Diketahui, bendungan ini dibangun dengan cara membendung sungai Bengawan Solo yang menjadi sungai terpanjang di Pulau Jawa.

Baca Juga: Cek Fakta! Indonesia Masuk 5 Besar Kasus Bullying Tertinggi di Dunia Menurut Survey PISA, Benarkah?

Penamaan waduk di Semarang Jawa Tengah ini karena terletak dekat dengan pegunungan Gajah Mungkur.

Waduk Gajah Mungkur ini diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1981.

Luas genangan maksimum dari bendungan Gajah Mungkur di Semarang ini mencapai 9.100 hektar.

Baca Juga: Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Lemon, dr Cahyono Ungkap Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Pada awal peresmiannya, bendungan ini merupakan bendungan terbesar di Indonesia pada saat itu.

Bersumber dari video yang diunggah oleh akun Youtube Jejak Richard, bendungan ini menguak keunikannya tersendiri.

Pada masa kekeringan atau musim kemarau ini tentunya berdampak juga terhadap Bendungan Gajah Mungkur.

Baca Juga: Turunkan Belanja Listrik 48 Persen dari Malaysia, PLTU Berkapasitas 200 MW di Kalimantan Barat Berhasil…

Dampak dari masa kemarau ini berdampak pada surutnya bendungan Gajah Mungkur. Debit air dari Bendungan Gajah Mungkur ini setiap harinya berkurang hingga 5 cm.

Saat ini sebagian genangan air yang ada di Bendungan Gajah Mungkur terlihat mengering.

Mengeringnya genangan Bendungan Gajah Mungkur ini malah digunakan oleh warga untuk bercocok tanam.

Baca Juga: Kokoh Sejak 1991, Museum di Kalimantan Selatan Ini Dipenuhi Benda-benda Antik Masa Perang Banjar, Tapi…

Selain itu, dengan surutnya Bendungan Gajah Mungkur ini juga terlihat makam-makam kuno.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa sebagian jasad dari makam yang ada di sana telah dipindahkan.

Tetapi, ada pula jasad dari makam di sana yang belum dipindahkan.***

 

Rekomendasi