Hidup Tanpa Teknologi dan Listrik, Kampung Adat di Jawa Barat Ini 1 Rumah Tidak Boleh 2 KK, Kenapa?

inNalar.com – Di zaman yang sudah modern ini, ternyata, masih ada daerah atau kampung yang hidup tanpa menggunakan teknologi ataupun listrik.

Salah satunya adalah sebuah kampung adat seluas 1,5 hektare di Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat ini.

Lokasi tepatnya, kampung ini berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca Juga: Hampir 100 Tahun Dikuasai Chevron, Blok Minyak Terbesar di Riau Ini Sekarang Diambil Alih Pertamina

Kampung adat ini suasananya masih sangat asri dengan panorama keindahan alam, sawah, hutan, serta gemericik air sungai yang membuat hati menjadi tenang dan damai.

Dilansir inNalar.com dari akun Youtube Kacong Explorer, kampung adat di Tasikmalaya ini adalah kampung adat suku Sunda.

Kampung adat suku Sunda ini masih sangat menjunjung tinggi nilai budaya serta adat dari para leluhur.

Baca Juga: Makam Kuno Bermunculan Saat Bendungan Seluas 9 Ribu Ha di Semarang Ini Mengering, Kok Bisa?

Oleh karena itu, bagi pengunjung yang ingin mengunjungi kampung ini, harus melalui proses administrasi terlebih dahulu, dimana petugasnya juga merupakan warga kampung adat ini sendiri.

Perumahan di kampung adat ini sangatlah unik. Semua rumahnya seragam dan tidak menggunakan genteng sebagai atap mereka.

Atap dari rumah-rumah di kampung adat ini menggunakan ijuk dan daun tepus. Sedangkan, bangunannya terbuat dari kayu atau bambu.

Baca Juga: Cek Fakta! Indonesia Masuk 5 Besar Kasus Bullying Tertinggi di Dunia Menurut Survey PISA, Benarkah?

Dan sebagai pengganti cat, rumah-rumah di kampung adat ini menggunakan kapur untuk mewarnai rumah mereka dengan warna putih.

Keunikan lainnya adalah, rumah-rumah di kampung adat di Tasikmalaya, Jawa Barat ini bahkan dikatakan sebagai rumah anti gempa.

Hal ini karena rumah-rumah tersebut dibangun di atas pondasi berupa batu yang dipahat membentuk persegi yang berarti bangunan rumah hanya menempel dengan tanah dan apabila terjadi gempa, bangunan ikut bergoyang juga, namun tidak roboh.

Baca Juga: Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Lemon, dr Cahyono Ungkap Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Selain itu, hal unik lainnya adalah setiap rumah tidak memiliki wc karena wc ada di luar.

Menurut tour guide yang disewa oleh akun Youtube Kacong Explorer, di kampung ini terdapat falsafah yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, dimana wc bukan rumah dan rumah bukan wc.

Falsafah ini ternyata mempunyai makna yang mendalam, yakni memisah yang bersih dengan yang kotor.

Dimana kita makan dan tidur di rumah dan membuang kotoran di wc. Oleh karena itu, wc dan rumah harus dipisah.

Baca Juga: Turunkan Belanja Listrik 48 Persen dari Malaysia, PLTU Berkapasitas 200 MW di Kalimantan Barat Berhasil…

Selain itu, hal unik lainnya adalah kompleks perumahan yang ada di satu tempat. Rumah-rumah di kampung adat ini dibangun di dalam satu pagar yang sama.

Sedangkan untuk hewan ternak, seperti domba, letaknya juga ada di luar pagar, di luar kompleks rumah.

Kampung adat ini dihuni dengan kurang lebih 102 KK dengan masing-masing rumah tidak boleh dihuni oleh lebih dari 1 KK.

Baca Juga: Kokoh Sejak 1991, Museum di Kalimantan Selatan Ini Dipenuhi Benda-benda Antik Masa Perang Banjar, Tapi…

Tujuan dari satu rumah tidak boleh lebih dari satu KK adalah supaya warga atau anak yang baru menikah dapat semakin mandiri.

Karena setelah anak menikah, orang tua tidak memiliki hak untuk mengatur yang sudah menikah. Orang tua hanya bisa melihat dan membantu apabila yang sudah menikah terlihat tidak sanggup atau kesusahan.

Nama dari kampung adat di Tasikmalaya, Jawa Barat ini adalah Kampung Naga.

Baca Juga: Obat Berbagai Macam Penyakit, dr. Cahyono: Allah Sudah Siapkan Penawar Racun Sebagai Anti Oksidan, Apa itu?

Dengan warganya yang hidup tanpa listrik, gas, juga teknologi lain, ternyata dulu kampung ini pernah ditawari oleh pemerintah untuk pemasangan listrik, namun, warga Kampung Naga menolak.

Sebagai penerangan, warga Kampung Naga menggunakan lampu yang memanfaatkan minyak tanah, seperti lampu tempel, lentera, petromak.***

 

Rekomendasi