

inNalar.com – Proyek pembangunan PLTS terapung di Jawa Barat terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Indonesia.
Pasalnya, PLTS terapung yang dibangun di Jawa Barat tersebut merupakan satu-satunya PLTS terapung, atau bisa dibilang pertama yang dibangun di Indonesia.
Lokasinya juga cukup startegis, yakni di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Diketahui, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat merupakan wilayah titik temu antara tiga jalur utama lalu lintas yang begitu strategis.
Kabupaten Purwakarta juga merupakan daerah yang menyimpan potensi energi terbarukan luar bisa.
Membahas mengenai proyeknya, PLTS terapung di Jawa Barat ini memiliki kapasitas sebesar 145 MW.
Baca Juga: Aktor Korea Lee Sang Yeob Resmi Bakal Menikah, Shipper Jessi Langsung Patah Hati Berjamaah
Dengan kapasitas energi yang tidak sedikit tersebut, menjadikan PLTS di Purwakarta Jawa Barat juga diklaim sebagai yang terbesar se Asia Tenggara.
Melansir dari laman web resmi esdm.go.id, disebutkan bahwa proyek PLTS terapung baru di Purwakarta Jawa Barat merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).
Rencananya, PLTS terapung tersebut bakal dijalankan oleh Konsorium anak usaha PLN, yakni PJB bersama dengan perusahaan asal UEA tersebut.
Namanya pun telah ditentukan, PLTS di Jawa Barat tersebut akan dinamai sebagai Pembangkit Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE).
Dilansir dari laman web yang sama pula, disebutkan bahwa proyek berkapasitas 145 MW tersebut akan menghabiskan investasi sebesar USD143 Juta.
Kemudian, luas area yang akan digunakan untuk mendirikan proyek tersebut diketahui sebesar 200 hekatre.
Nah, letak dari proyek senilai USD143 Juta tersebut, bakal ditempatkan di salah satu bendungan atau waduk terbesar di Indonesia, yakni Waduk Cirata.
Kontruksi dari proyek PLTS terapung di Purwakarta Jawa Barat tersebut sudah digarap sejak kuartal pertama tahun 2021.***