Bakal Habiskan Rp6,5 Triliun, Proyek Kereta Gantung Rinjani di NTB yang Sempat Mandek Kembali Dilanjutkan

inNalar.com – Proyek Kereta Gantung Rinjani atau KGR kembali dilanjutkan setelah mandek selama beberapa bulan.

Pembangunan Kereta Gantung Rinjani ini awalnya sudah dimulai dengan dilakukan groundbreaking pada Desember 2022 yang lalu.

Kereta Gantung Rinjani ini rencananya akan membentang sejauh 9 km dan digadang-gadang akan menjadi kereta gantung terpanjang di dunia.

Baca Juga: Salip Jawa, Pulau Terpadat di Dunia Rupanya Ada di NTB: Punya Luas 8,5 Ha tapi Penduduknya Ada 5.000?

Rencana dari pembangunan Kereta Gantung Rinjani ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016. Namun, rencana ini menuai banyak pro dan kontra.

Hal ini karena meskipun memakai nama ‘Rinjani’, Kereta Gantung Rinjani ini tidak di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Sebaliknya, proyek kereta gantung ini berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL).

Setelah tidak ada kabar selama beberapa bulan, terhitung dari dilakukannya groundbreaking pada Desember 2022, pada Juli 2023 lalu, muncul kejelasan dari keberlanjutan proyek kereta gantung ini.

Baca Juga: Letaknya di Kedalaman 600 M, Tambang Hijau di Sumbawa Barat NTB Ini Miliki Kandungan Tembaga Terkaya di Dunia?

Dilansir inNalar.com dari DPM-PTSP Nusa Tenggara Barat, menyebutkan bahwa proyek investasi Kereta Gantung Rinjani ini sudah memasuki langkah berikutnya.

Pada tanggal 28 Juli 2023, tim dari PT Indonesia Lombok Resort (PT ILR) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan survei bersama.

Setelah survei dilakukan, tim akan menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan, salah satunya adalah AMDAL.

Selanjutnya, apabila AMDAL sudah keluar dan disetujui, maka pembangunan Kereta Gantung Rinjani akan dilanjutkan.

Baca Juga: 5 Mall Megah di NTT dan NTB Ini Jadi Favorit Tempat Belanja Masyarakat, Nomor 1 Sering Bikin Pengunjung Nyasar

Pembangunan proyek ini diperkirakan akan berjalan selama 1,5 hingga 2 tahun.

Nilai investasi dari proyek ini dapat dikatakan naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Pada tahun 2022, di tahun yang sama dengan groundbreaking dilakukan, nilai investasi yang proyek ini butuhkan hanya sekitar Rp 2,2 triliun.

Namun, pada Juli 2023 lalu, perkiraan nilai investasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini adalah sekitar Rp 6,5 triliun.

Pembangunan Kereta Gantung Rinjani ini akan dimulai dari Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB menuju sebelum Danau Segara Anak.***

 

Rekomendasi