Ekonomi Maluku Utara Melejit 11,41 persen, di Pulau Kecil ini Ternyata Ada Smelter Nikel HPAL yang Hasilkan…

inNalar.com – Keberadaan smelter nikel mulai menyumbang catatan bersejarah Provinsi Maluku Utara, apalagi pemeran ekonomi terbesarnya berasal dari sebuah pulau terpencil.

Pulau di Maluku Utara ini luasnya hanya 2.542 kilometer persegi, tetapi daerahnya telah berhasil membuat Maluku Utara memiliki catatan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di Indonesia pada triwulan III 2021.

Keberadaan smelter nikel yangmerupakan pionir penghasil bahan baku baterai kendaraan listrik ini ternyata yang membuat pulau terpencil di Maluku Utara ini seolah kecil-kecil cabai rawit.

Baca Juga: Lautan Manusia Penuhi Pestapora 2023 Saat Sheila On 7 Tampil, Sukses Nostalgia Bersama

Pasalnya, smelter nikel sulfat terbesar di dunia ini yang ada di Pulau Obi ini tercatat mampu tumbuhkan perekonomian Maluku Utara hingga 11,41 persen.

Dilansir inNalar.com dari laman hpalnickel.com, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berhasil meningkat pesat berkat catatan ekspor produk hilirisasi, yakni feronikel sebesar 93,42 persen dan nikel oksida sebesar 4,60 persen.

Sebagai informasi, smelter nikel yang ada di Pulau Obi, Maluku Utara ini mengolah bijih nikel HPAL (High Pressure Acid Leaching) berbasis teknologi hidrometalurgi.

Baca Juga: Ada yang Sudah Pernah Tahu Kebiasaan Kelinci? Ternyata Bisa Memakan Kotorannya, Berikut Fakta Uniknya

Geliat produksinya cukup lincah, pasalnya sejak peresmian produksi fasilitas HPAL pada 24 Juni 2021, pengoperasiannya berjalan dengan lancar hingga berlanjut menjadi produk ekspor andalan Maluku Utara.

Pada akhir Juni 2021, tercatat sebesar 5.300 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) untuk pertama kalinya berhasil menghasilkan dan melakukan ekspor bahan baku baterai kendaraan listrik.

Adapun catatan ekspor pada akhir November 2021, smelter nikel yang dikelola oleh anak perusahaan Harita Nickel bernama Halmahera Persasmerua Lygend ini berhasil ekspor 60 ribu ton MHP.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terkait Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian Menjemput yang Dapat Mengetuk Hati

Berkembangnya kawasan industri pemurnian dan pengolahan nikel yang terintegrasi di Pulau Obi, Maluku Utara ini dinilai telah memberikan dampak positif bagi perekonomian wilayahnya.

Meski begitu, tidak dapat dilupakan bahwa kesuksesan ekonomi Provinsi Maluku Utara berkat produksi dari smelter nikel yang terintegrasi berkat Harita Nickel ini juga ada peran besar dari pengorbanan warga desa Kawasi, Pulau Obi.

Pasalnya, imbas dari adanya pembangunan smelter ini menyebabkan warga yang tinggal di kawasan industri nikel harus direlokasi ke wilayah lainnya.

Syukurnya, hasil tindak lanjut dari rapat antara Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik dengan Harita Nickel terkait rencana relokasi warga Kawasi adalah pembangunan pemukiman dimulai pada Juli 2020 dan rampung Mei 2023.

Pihak Harita Nickel membuka lahan seluas 102 hektare untuk membangun rumah 259 rumah dengan luas tanah setiap huniannya mulai dari 360 – 442 meter persegi.

Selain itu, dibangun pula fasilitas umum lainnya guna menunjang aktivitas warga yang direlokasi, mulai dari kebutuhan akses air bersih dan listrik, tempat perbelanjaan, rumah ibadah, sekolah hingga puskesmas.***

 

Rekomendasi