

inNalar.com – Bagi yang tidak tahu, sebenarnya di Jawa Tengah banyak terdapat pabrik gula.
Meskipun adanya pabrik gula tersebut berkaitan dengan sistem tanam paksa yang berupa tebu, semasa kolonial Belanda.
Salah satunya adalah di Tegal Jawa Tengah, yang merupakan pabrik gula pertama di Indonesia dan kini telah bangkrut.
Pabrik yang dimaksud adalah pabrik gula Pangkah, yang berada di Kecamatan Pangkah, Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
Disebut sebagai yang tertua, sebab pabrik gula ini telah berdiri sejak 1832.
Ditambah lagi, dengan adanya pabrik ini, hal tersebut yang membuat banyak daerah lain membangun pabrik gula juga semasa kolonial Belanda.
Baca Juga: Benarkah Cicak Suka Memakan Buah-buahan? Simak Fakta Unik tentang Cicak yang Perlu Kamu Ketahui
Adapun pabrik gula di Tegal ini berdiri di lahan seluas 2.975 hektar.
Meskipun selama ini telah beroperasi, sayangnya pabrik gula di Jawa Tengah tersebut terancam mengalami kerugian di tahun 2018.
Melansir dari dprd-tegalkab.go.id, ancaman rugi hingga bangkrutnya pabrik ini disebabkan gula yang dihasilkan sulit untuk dijual ke pasaran.
Baca Juga: Mirip Lukisan! Sungai di Papua Ini Punya Air Warna Biru Terjernih di Indonesia, Letaknya di Dalam…
Sulit dijual ke pasaran, sebab diduga terdapat gula impor lain yang harganya lebih murah dibandingkan dengan gula lokal.
Sekedar informasi, kondisi yang sama juga pernah dialami pabrik gula Jatibarang di Brebes.
Sayangnya, atas kejadian seperti itu yang berkelanjutan, akhirnya pabrik ini ditutup pada tahun 2019.
Dengan begitu, maka pabrik ini telah berusia 191 tahun hingga pengoperasiannya dihentikan.
Akan tetapi setelah dihentikan, diketahui kini pabrik gula di Tegal tersebut justru menjadi wisata.
Pasalnya, meski hampir berumur 2 abad, pabrik gula peninggalan kolonial Belanda ini bangunannya masih terawat, serta masih berdiri kokoh.
Bagi orang-orang yang berkunjung kemari, nantinya para pengunjung akan berkeliling menggunakan lokomotif Antik tahun 1927.
Walaupun dibuat tahun 1900-an, namun lokomotif antik ini mampu menampung hingga 75 orang dewasa, dengan 3 gerbong di dalamnya.
Saat menaiki lokomotif antik, nantinya pengunjung akan mengitari sekaligus melihat pemandangan perkebunan tebu 10 KM.
Meskipun sudah tutup, namun orang-orang juga masih dapat melihat proses pembuatan gula di pabrik pertama di Indonesia ini.
Namun proses melihat pembuatan gula dari tebu tersebut hanya dapat dilihat pada bulan Mei hingga Oktober.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi