

inNalar.com – Pelana merupakan alat penyokong untuk penunggang kuda atau muatan lain yang diikatkan ke punggung hewan.
Pelana biasanya digunakan oleh penunggang kuda yang berkompetisi dalam pacuan kuda.
Pelana yang digunakan untuk pacuan kuda sendiri terdiri dari dua jenis yaitu pelana Inggris dan pelana ternak.
Baru-baru ini beredar kabar bahwa pelana kuda tertua ditemukan di Tiongkok atau Cina.
Pelana yang ditemukan di Tiongkok tersebut diperkirakan warisan budaya Scythian Payryk di Asia Utara.
Bentuk dasar dari pelana tersebut pada dasarnya sama dengan pelana lunak masa kini.
Terdapat dua kulit berbentuk sayap yang dijahit menjadi satu guna membentuk tempat duduk.
Kemudian, dipisahkan oleh potongan kulit panjang dan semput yang ditempatkan di atas tulang belakang kuda.
Potongan kulit bulat yang dipasang di bagian depan dan belakang potongan berbentuk sayap akan membantu penunggang kuda mempertahankan posisi tegak.
Teknik jahitan pelana kuno yang ditemukan di Tiongkok tersebut berbeda yakni menggunakan benang urat atau benang kulit yang menyatukan pelana.
Uniknya, pelana kuno tersebut ditemukan di sebuah makam di daerah Yanghai.
Pelana tersebut ditemukan di makam seorang wanita di daerah Yanghai, Cina.
Diperkirakan, usia dari pelana kuno yang ditemukan di Yanghai tersebut telah berusia lebih dari 2.400 tahun.
Tak hanya 1 makam saja yang dibongkar, di Yanghai terdapat 531 makam yang digali.
Di sana juga ditemukan barang-barang lain yang berhubungan dengan penunggang kuda seperti tali cambuk dan tali kekang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi