

inNalar.com – NASA telah berhasil menyelesaikan misi uniknya yang disebut dengan ‘Studi Kembar’. Penelitian tersebut dilakukan terhadap dua astronot mereka yang bersaudara identik.
Penelitian Studi Kembar NASA terhadap astronot kembar bernama Scott Kelly dan Mark Kelly ini dilakukan dengan cara memisahkan tempat tinggal mereka.
Scott Kelly, yakni pensiunan astronot NASA asal Amerika dikirim dalam misi One-Year Mission pada Maret 2015 bersama kosmonot asal Rusia Mikhail Kornienko untuk tinggal di Stasiun Luar Angkasa, ISS.
Baca Juga: Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz Abdul Somad: Ini Amalan yang Wajib Dilakukan!
Sementara Mark Kelly, pensiunan astronot NASA yang merupakan saudara kembar dari Scott Kelly tetap tinggal di bumi dan terlibat dalam objek penelitian ‘Studi Kembar’ ini.
Perjalanan penelitian terhadap astronot kembar NASA ini dimulai sejak sebelum Scott Kelly pergi ke luar angkasa, saat berada di ISS, dan setelah mendarat kembali ke bumi.
Fakta menakjubkan telah terungkap ketika studi kembar ini telah dirilis dalam Jurnal Sains.
Baca Juga: Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Setiap Tahun, Ini Hukumnya Menurut Habib Muhammad Al Habsy
Penelitian terhadap astronot kembar NASA membuktikan bahwa tubuh Scott Kelly yang dikirim ke luar angkasa hampir 1 tahun ternyata mengalami perubahan.
Perubahan yang terjadi mulai dari karakteristik DNA, gen ekspresi, sistem imun tubuh, kinerja kognitif tubuhnya.
Adapun yang paling menarik perhatian publik adalah perbedaan usia Scott Kelly dengan kembarannya.
Baca Juga: Benarkah Daging Sapi dan Kambing Menjadi Penyebab Naiknya Kolesterol? Simak Penjelasan dr Cahyono
Dilansir inNalar.com dari laman Science Alert, Scott dan Mark Kelly yang keduanya lahir bersamaan pada 1964 dengan selisih waktu kelahirannya 6 detik.
Rupanya setelah kepulangan Scott Kelly ke bumi dan bertemu kembali dengan Mark Kelly, usianya menjadi lebih muda 6,5 mili detik.
Hasilnya cukup mengejutkan bahwa Scott Kelly, astronot NASA yang tinggal di ISS selama hampir setahun atau 340 hari ini ternyata menjadi lebih muda dari Mark Kelly yang tinggal di bumi.
Perbedaan jarak usia memang tidak terlalu signifikan, yakni hanya beberapa milidetik saja karena ISS tidak bergerak mendekati kecepatan cahaya.
Namun selisih usia yang terjadi ini telah berhasil mengungkap bahwa ternyata memang terjadi perbedaan waktu antara bumi dan luar angkasa,
NASA sengaja mengambil kedua astronot kembar mereka guna mengungkap apakah ada pengaruh perjalanan ruang angkasa terdahap tubuh manusia.
“Hasil Studi Kembar NASA dapat mempercepat pemahaman tentang efek perjalanan antariksa terhadap astronot yang melakukan perjalanan lebih jauh ke angkasa dan akan membantu meningkatkan kehidupan di Bumi,” ungkap Marisa D. Covington, PhD., CIP selaku Koordinator Studi Kembar NASA.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi