AI Bantu Citra Satelit Ungkap Fakta Menarik di Balik Gurun Sahara: Hamparannya Bukan Pasir, Melainkan…

inNalar.com – Teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) berhasil menyempurnakan kinerja Citra Satelit dalam mengungkap apa yang sebenarnya ada di balik Gurun Sahara, Afrika.

Berkat penelitian mendalam yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Kopenhagen dan NASA, AI berhasil membuat citra satelit pendeteksi wilayah subur di bumi mengungkap fakta mencengangkan di balik Gurun Sahara, Afrika.

Jika semula citra satelit normal hanya mendeteksi Gurun Sahara sebagai hamparan gersang berpasir yang sama sekali tidak diminati oleh banyak orang, kecuali penduduk Nomaden Afrika.

Baca Juga: Tidak Hanya Manusia, Tanaman Juga Bisa Teriak Saat Sedang Stress, Kok Bisa? Biologist: Frekuensinya…

Rupanya berkat kecerdasan buatan AI inilah yang membuat Gurun Sahara kini semakin dilirik oleh dunia dengan hasil studi terkininya.

Siapa sangka, hasil studi terbaru terhadap Gurun Sahara mengungkap bahwa sebenarnya di balik bentang pasir terluas di dunia ini menyimpan banyak wilayah subur, khususnya di Sahara Barat.

Diperkirakan terdapat 1,8 miliar pohon dan semak belukar yang sebenarnya tersimpan di balik padang pasir terluas di dunia ini.

Baca Juga: Butuh 250 Juta Tahun, Benua Super Vulkanik Baru Pangea Ultima Diperkirakan Bisa Membuat Mamalia Punah?

Dikutip inNalar.com dari laman IFL Science, “Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa Gurun Sahara berubah menjadi hutan hijau setiap 21.000 tahun, sebagai hasil dari getaran sumbu Bumi yang menyebabkan perubahan dalam musim monsun.”

Menurut perubahan siklus rotasi gerak bumi, Gurun Sahara akan menghijau setiap 21 ribu tahun sekali, bisa jadi baik melalui sentuhan manusia maupun sekadar disebabkan pengaruh perubahan iklim yang sulit dihindari.

Para arkeolog dan Paleoekologis berpendapat bahwa kemungkinan sebab adanya wilayah subur tak terduga di lanskap gurun yang pasirnya beriak dan menyimpan oasis hijau ini mendapat sentuhan peran manusia yang cukup besar.

Baca Juga: Cermin Terbesar Sedunia Ada di Negara yang Jaraknya 18.000 Km dari Indonesia, Tak Terbuat dari Kaca, Tapi…

Pengaruhnya bisa menjadikan hamparan Gurun Sahara semakin subur, bisa pula sebaliknya, yakni menghilangkan kelembapan pada alam hingga akhirnya menjadi padang pasir kering.

Argumen para ilmuwan berdasar pada adanya temuan studi (2010) yang mengungkap keberadaan danau purba dan temuan fosil ikan di jarak 400 kilometer dari barat Sungai Nil.

Diikuti dengan adanya rekam jejak pada 250 ribu tahun lalu, Nil sempat meluap hingga membanjiri kawasan Gurun Sahara seluas 108.800 kilometer persegi.

Teknologi kecerdasan buatan AI ini sangat membantu dalam mengungkap pepohonan yang tidak terdeteksi oleh citra satelit normal.

Perlu diketahui bahwa keberadaan penemuan ini sangat penting.

Pasalnya temuan area vegetasi baru di Gurun Sahara yang teridentifikasi di wilayah Sahara Barat meliputi hamparan gurun, Sahel, dan zona sub-lembab di Afrika barat yang luasnya membentang hingga 1,3 juta kilometer.

Dengan area vegetasi baru yang sangat luas ini bukan tidak mungkin bagi para pegiat perubahan iklim untuk menjadi informasi berharga dalam menginventarisasi dan mengembangkan wilayah subur yang tersembunyi di Gurun Sahara, Afrika.***

Rekomendasi