Tidak Hanya Manusia, Tanaman Juga Bisa Teriak Saat Sedang Stress, Kok Bisa? Biologist: Frekuensinya…

inNalar.com – Berbeda dengan yang selama ini kita kira, tanaman ternyata juga bisa berteriak saat mengalami stress.

Stress yang dialami tanaman biasanya disebabkan dengan kurangnya kadar air atau batangnya yang dipotong.

Bahkan ketika kita memotong tanaman atau bunga dengan menggunakan gunting, tanaman juga berteriak.

Baca Juga: Ternyata Semut Tidak Punya Paru-paru Untuk Bernafas, Tapi Hanya Menggunakan Ini, Simak Penjelasannya!

Tanaman mengeluarkan jeritan atau teriakan staccato yang frekuensinya terlalu tinggi untuk manusia dengar.

Apabila diturunkan ke frekuensi yang bisa didengar oleh manusia, maka teriakan dari tanaman ini akan terdengar seperti seseorang yang menari-nari di atas bubble wrap.

Meskipun manusia tidak dapat mendengar teriakan dari tanaman tersebut, namun, ada kemungkinan hewan-hewan atau tanaman lain dapat mendengarnya.

Baca Juga: Asam Urat Berangsur Sembuh dengan Resep ini, dr Cahyono Katakan Bahannya Sering Ditemukan, Cukup Siapkan…

Untuk mengetahui secara jelas seperti apa teriakan atau jeritan dari tanaman ini, para peneliti yang dipimpin oleh seorang biologist bernama Lilach Hadany melakukan penelitian terhadap beberapa tanaman.

Dilansir inNalar.com dari Science Alert, penelitian ini dilakukan pada tomat dan tembakau dengan meletakkan tanaman-tanaman tersebut pada beberapa kondisi yang berbeda.

Tanaman pertama ditempatkan pada kondisi tanpa tekanan sama sekali. Sedangkan, dua tanaman lain ditempatkan dalam kondisi dehidrasi dan batangnya dipotong.

Baca Juga: Cermin Terbesar Sedunia Ada di Negara yang Jaraknya 18.000 Km dari Indonesia, Tak Terbuat dari Kaca, Tapi…

Dari dari ketiga tanaman tersebut dicatat secara saksama dan rekamannya didengarkan di ruang akustrik kedap udara dan rumah kaca biasa.

Hasil dari penelitian ini adalah tanaman yang tidak berada di bawah tekanan apapun tidak mengeluarkan banyak suara, tenang dan damai.

Sedangkan, suara yang dikeluarkan oleh tanaman yang mengalami dehidrasi dan batangnya dipotong adalah seperti suara letupan dengan frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar manusia.

Tanaman yang batangnya dipotong mengeluarkan rata-rata 40 suara letupan per jam tergantung dengan jenis tanamannya.

Kemudian, tanaman yang mengalami dehidrasi mengeluarkan suara letupan lebih banyak sebelum tanda dehidrasi muncul.

Suara atau teriakan ini terus meningkat seiring tanaman yang semakin kering dan mereda setelah tanaman layu.

“Sekarang kita tahu bahwa tumbuhan memang mengeluarkan suara, pertanyaan selanjutnya adalah ‘siapa yang mendengarkan?’” kata Lilach Hadany.

Lilach Hadani juga menjelaskan jika dia dan timnya sedang menyelidiki respons organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan, terhadap suara-suara seperti jeritan yang dihasilkan oleh tumbuhan ini.

“Dan kami juga mengeksplorasi kemampuan kami untuk mengidentifikasi dan menafsirkan suara-suara tersebut di lingkungan yang sepenuhnya alami,” lanjut Lilach Hadany.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]