ARPA-H Danai USD45 Juta ke Penelitian Implan untuk Mengobati Penyakit Kanker, Obatnya Segera Ditemukan?

inNalar.com – Para ilmuwan di Universitas Northwestern yang tergabung dalam Tim Peneliti Multi-institusi, telah menerima dana sekitar USD 45 juta dari Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H).

Dana tersebut sebagai percepatan dalam penelitian implan pertama yang dapat mendeteksi dan juga mengobati penyakit kanker.

ARPA-H sendiri merupakan lembaga yang mendukung pengembangan terhadap penelitian yang mempunyai dampak tinggi dalam mendorong invasi biomedis dan kesehatan.

Baca Juga: Amalan Agar Rezeki Berlipat Ganda, Ustadz Khalid Bassalamah: Passwordnya Hanya Satu, Yaitu…

Alasannya untuk memberikan solusi di bidang kesehatan yang transformatif, berkelanjutan serta merata bagi seluruh manusia.

Pada pendanaan yag dilakukan ini akan mendukung upaya mengembangkan dan menguji perangkat yang dapat mendeteksi inflamasi kanker selama lima tahun setengah.

Dilansir inNalar.com dari Northwestern, setelah dilakukan penelitian pada perangkat selanjutnya akan diberikan imunoterapi secara mandiri.

Baca Juga: Dorong Diet Kalori Surplus, dr Cahyono Jelaskan 3 Tips Hidup Sehat, Bukan Hanya Soal Makanan!

Implan tersendiri mempunyai ukuran dengan diameter yang sangat kecil yakni hanya 1 sentimeter dan akan menampung sel-sel rekayasa hidup dan bisa memberikan terapi jika diperlukan.

Para peneliti nantinya akan mengembangkan teknologi tersebut dan mengujinya pada hewan-hewan kecil dan besar, dan penelitian ini akan memakan waktu selama empat tahun pertama.

Tujuan akhir dari penelitian perangkat ini adalah untuk memberikan terapi yang dipersonalisasikan dan disesuaikan pada masing-masing pasien yang mengidap penyakit kanker.

Baca Juga: Redakan Jerawat Meradang dengan Cuka Apel, dr Cahyono Jelaskan Manfaat Cuka Apel dalam Islam

Jonathan Rivany yang merupakan salah satu peneliti utama proyek yang memimpin pengembangan perangkat dari Northwestern mengungkap jika perangkat teknologi ini berhasil, hal ini akan menjadikan pendekatan yang lebih baik daripada sebuah terapi kanker.

“Dari sudut pandang klinis, perangkat teknologi berupa implan ini bisa menjadi sebuah alternatif yang dapat mengubah dari sebuah pengobatan terapi kanker” ungkap Jonathan Rivnay.

Menurut para peneliti, implan tersebut dapat meningkatkan hasil dari imunoterapi bagi pasien yang menderita kanker ovarium, pankreas dan kanker lainnya yang sulit diobati.

Baca Juga: Fakta Mencengangkan! Berkat Lalat Buah, NASA Mampu Membuka Proyek Besar Astronot ke Ruang Angkasa

Implan ini juga memiliki potensi dalam mengurangi angka kematian pada seseorang dengan pengidap kanker di Amerika Serikat (AS) sebesar 50 persen.

Omid Veisha yang merupakan seorang bioengineer Rice University mengatakan prosedur invasif dalam perangkat kecil ini lebih efektif dibandingkan dengan menempatkan pasien di tempat tidur rumah sakit.

“Daripada Menambatkan pasien ke tempat tidur rumah sakit dengan kantong infus dan monitor eksternal, kami akan menggunakan prosedur invasif dengan menggunakan perangkat kecil yang akan terus memantau kanker mereka dan akan menyesuaikan dosis dari imunoterapi mereka secara real time,” ujar Omid Veiseh.

Baca Juga: dr Cahyono Bocorkan Penyebab Penyakit Kronis Sulit Diobati dan Disembuhkan, Apakah Gaya Hidup Berpengaruh?

Diketahui penelitian utama dalam perjanjian kerjasama dengan ARPA-H berupa “Terapi Loop Tertutup” ini telah digunakan dalam menangani penyakit diabetes.

Alat tersebut dilengkapi monitor glukosa yang terus menginformasikan dengan pompa insulin.

Adapun tantangan terbesar dalam proyek ini, yaitu mengatasi organ di dalam tubuh manusia yang tidak ramah terhadap perangkat elektronik.

Tubuh manusia yang terus bergerak dan banyaknya cairan dalam tubuh juga dapat merusak implan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]