Sukses akan Mudah Digapai Jika Membiasakan Diri dengan Hal Ini, dr Zaidul Akbar: Ini Esensi yang Sebenarnya

inNalar.com – Kebingungan yang semakin larut membuat diri kita dapat dengan mudah sakit. Terlebih anak muda yang sedang dalam keadaan quarter life crisis.

Penyakit pikiran seperti halnya kebingungan dalam melanjutkan hidup harus segera dihilangkan karena menjadikan anak muda terlalu kalut dalam pikirannya sendiri.

Oleh karenanya, di artikel ini terdapat kunci utama sebuah kesuksesan menurut dr Zaidul akbar. Simak hingga selesai.

Baca Juga: Skincare Murah Meriah, Ternyata ini Rahasia Kulit Sehat Idol Korea, dr. Zaidul Akbar: Kinclong dan Glowing

Lebih lanjut, Berikir itu boleh, yang tidak diperbolehkan adalah berpikir yang terlalu berlebihan. Sehingga menjadikan anak muda tidak dapat bergerak melakukan sesuatu.

Membiasakan diri untuk terus bergerak itu menjadi hal yang sangat penting bagi anak muda, memberikan kebermanfaatan bagi sekitar menjadi salah satu poin penting keberhasilan.

“Mulai menginstropeksi diri apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk kebermanfaatan orang lain. Semakin banyak hal itu kita pikirkan dan kita kerjakan mungkin hal sederhana maka akan semakin damai tenang hidup kita” ujar dr Zaidul Akbar kepada para anak muda.

Baca Juga: Wah! IKN Kalimantan Timur Sediakan Moda Transportasi Cerdas dan Ramah Lingkungan, Apa Saja?

Kedamaian dan kesuksesan yang kita cari harus dimulai dengan mencoba instropeksi diri sendiri. Apa ada hal yang salah dalam berperilaku maupun berpikir.

Proses instropeksi ini harusnya akan menjadi titik balik kehidupan para pemuda, untuk menjalankan hal-hal yang bermanfaat setidaknya untuk diri sendiri terlebih dahulu.

“Semakin kita merasa kita mulai paham untuk apa Allah menciptakan kita, ini esensi yang sebenarnya” tutur dr Zaidul Akbar dalam ceramahnya.

Baca Juga: Inilah 10 Fakta Unik Pisang, Salah Satunya Bisa Mempercepat Pematangan Buah-buah Lain di Sekitarnya?

Lantas apa yang dimaksud oleh perkataan dr Zaidul Akbar tersebut. Manusia sejatinya adalah makhluk sosial, mahkluk yang saling membutuhkan satu sama lain.

Tidak lain, dr Zaidul Akbar memberikan pesan tersebut adalah untuk semua orang bertindak sesuai dengan kodratnya.

Sehingga hal-hal yang menjadi pikiran negatif tidak selalu menyelimuti diri kita masing-masing.

“Allah SWT sebenarnya telah memberikan kemampuan kepada kita untuk memperbaiki diri kita sendiri” kata dr Zaidul Akbar.

Kemampuan yang diberikan Allah kepada kita seharusnya dapat dimaksimalkan dengan sebaik mungkin.

Bertindak malas adalah sesuatu yang bahkan diri kita sendiri tidak mensyukuri atas kemampuan yang telah diberikan oleh Tuhan.

“Maka tentunya kita berharap, hari-hari yang ada di kehidupan kita ini menjadi hari kita memperbanyak kebiasan baik, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi” ucap dr Zaidul Akbar.

Kesuksesan yang dimaksud adalah bagaiamana kita dapat memanfaatkan pemberian yang diberikan oleh Allah ini sebaik mungkin.

“Kesuksesan kita berawal dari akhir kehidupan kita, alam kubur itu menjadi penentu kita selamat disana maka selamat juga di alam berikutnya” tegas dr Zaidul Akbar.

Perlu diketahui bersama, prinsip menanam sekarang memanen kemudian adalah yang dimaksud oleh dr Zaidul Akbar tersebut.

Selagi masih menjadi anak muda, sebisa mungkin tanamlah kebaikan sebanyak-banyak dengan begitu kita akan menuai apa yang kita tanam di kemudian hari. Baik di dunia maupun di Akhirat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]