Hamburkan Rp5,7 Miliar, Proyek Pembangunan Bodong di Papua Pernah Bikin Buntung Anggaran Negara, Kenapa?

inNalar.com – Proyek pembangunan infrastruktur jalan yang terletak di Papua ini hanya fiktif, pembangunannya tidak pernah dilakukan.

Diketahui bahwa anggaran yang sudah dicairkan dan sudah lenyap, namun pengerjaan pembangunan tidak ada.

Sehingga proyek pembangunan infrastruktur di Papua ini bodong alias fiktif tidak pernah terjadi aktivitas pembangunan sedikitpun.

Baca Juga: Kontak Pertama dengan Alien Timbulkan Pro dan Kontra, Untungkan Manusia atau Malah Sebabkan Genosida?

Pembangunan yang dilakukan merupakan proyek Jalan Trimuris menuju Jalan Kasonaweja dengan rancangan panjang ruas jalan tersebut 3,5 kilometer.

Kontraktor yang bertugas untuk melakukan pengerjaan pembangunan bodong yakni dari CV PIP, pengerjaan pembangunan banyak tidak dilakukan sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan.

Seperti pelaksanaan piloting atau bisa disebut dengan pembersihan lokasi pembangunan jalan di Papua hanya dilakukan sebanyak 950 meter saja untuk sisanya tidak dilakukan.

Baca Juga: Kampung Tradisional di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan Ini Akses Jalannya Ekstrem, Harus Melewati…

Pengerjaan pembangunan tidak sesuai dengan rancangan yang tertulis dalam kontrak dan juga drainase.

Tidak hanya itu, pengerjaan pada struktur tanah jua tidak dilakukan sesuai dengan rancangan, banyaknya kejanggalan membuat keuangan negara buntung.

Penyimpangan pembangunan dilakukan oleh pihak yang lebih mementingkan keperluan pribadi dan anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan tidak dilakukan dengan benar.

Baca Juga: Kampung Unik di Jawa Barat Ini Masyarakatnya Menggunakan 9 Bahasa, Ada yang Bisa Tebak Di mana?

Bahkan, anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Papua digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga pihak tersebut dibikin untung dan negara menjadi rugi.

Akibat dari penyalahgunaan anggaran pihak tersebut wajib bertanggung jawab atas perilaku penyalahgunaan anggaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sumber anggaran yang digunakan untuk pengerjaan proyek pembangunan jalan raya Trimuris menuju Kasonaweja ini bersumber dari APBD.

Dilansir dari mahkamahagung, anggaran yang digunakan untuk proyek pembangunan bosong di Papua ini sebesar Rp5,7 miliar, anggaran tersebut tertera dalam nilai kontrak.

Selain itu anggaran yang sudah dicairkan untuk pengerjaan pembangunan jalan tersebut sudah 70 persen yaitu Rp3,5 miliar.

Sehingga kerugian negara akibat pengerjaan pembangunan bodong di Papua ini sebesar Rp 3,5 miliar yang dilakukan oleh pihak jahat yang ingin memperkaya dirinya sendiri.***

Rekomendasi