Kenali Perbedaan Liger dan Tigon, Hasil Mashup Kucing Besar yang Seharusnya Tidak Ada di Dunia

inNalar.com – Nama liger dan tigon memang terdengar asing di teling kita, orang Indonesia.

Liger sendiri merupakan singkatan dari lion dan tiger, yang artinya adalah keturunan gabungan dari singa dan harimau.

Kemudian, tigon juga singkatan dari tiger dan lion. Keduanya adalah keturunan hybrid antara dua hewan yang berbeda.

Baca Juga: Mengejutkan! 3 Hewan Ini Diprediksi Bakal Punah Tahun 2050, Apakah Binatang Asal Indonesia Ikut Terdampak?

Keberadaan liger dan tigon di alam liar sangatlah jarang bisa ditemui. Hal ini karena habitat dari kedua hewan yang berbeda.

Habitat dari singa sendiri adalah padang rumput yang luas. Singa terkenal berada di benua Afrika.

Sedangkan, habitat dari harimau sendiri adalah hutan hujan atau tropis, hutan gugur, atau hutan padang rumput campuran.

Meskipun begitu, keberadaan liger dan tigon benar-benar ada bahkan menarik minat orang-orang karena warna mereka yang unik dan indah.

Baca Juga: GOOD BYE! 4 Hewan Ini Dipastikan Punah Sebelum Tahun 2050, Salah Satunya Macan Tutul

Meski berasal dari gen hewan yang sama, namun, proses pembuatan hybrid harimau dan singa ini berbeda.

Dilansir inNalar.com dari IFLSCIENCE, liger adalah hybrid yang dihasilkan dari singa jantan dan harimau betina. Sedangkan, tigon adalah hybrid dari harimau jantan dan singa betina.

Liger dan tigon juga memiliki perbedaan dalam segi ukuran.

Ukuran tubuh liger lebih besar daripada tigon, singa, atau harimau dan rentan terhadap gigantisme.

Baca Juga: Menarik! Gajah Ternyata Juga Memanggil Kawan Mereka dengan Nama loh! Peneliti: Kami Temukan Bukti…

Dugaan kenapa liger rentan terhadap gigantisme adalah karena liger merupakan seekor hybrid, gen pembatas pertumbuhan tidak bekerja dengan penuh atau bahkan tidak ada sama sekali pada hewan tersebut.

“(Pada) hybrid, ada kemungkinan lebih besar terjadinya kekacauan genetika,”  kata Luke Hunter, pemimpin organisasi konservasi kucing liar Panthera.

Para peneliti selama ini percaya bahwa baik liger maupun tigon tidak dapat menghasilkan keturunan.

Namun, hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan kalau baik liger maupun tigon betina dapat hamil dan mengandung.

Keturunan dari liger atau tigon ini disebut dengan litigon (lion dan tigon), liliger (lion dan liger), titigon (tiger dan tigon), dan tiliger (tiger dan liger).

Meskipun menjadi keturunan hybrid yang indah, namun keberadaan liger dan tigon menuai banyak pendapat dari kelompok hak asasi hewan.

Banyak kelompok hak asasi hewan yang berpendapat bahwa praktik pembiakan hybrid liger dan tigon ini tidak etis dan tidak manusiawi.

Selain karena rentan terhadap gigantisme, liger dan tigon juga memiliki masalah kesehatan yang diakibatkan oleh praktik ini.

“Saya tidak bisa memikirkan alasan yang sah untuk keberadaan liger atau tigon,” kata Luke Dollar, direktur program National Geographic Society’s Big Cats Initiative.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]