

inNalar.com – Terkenal dengan wisata pantai dan budayanya, kini d Bali juga terdapat pembangunan bendungan.
Provinsi Bali sendiri merupakan tempat yang jadi wisata utama para turis, dan bendungan ini nantinya akan jadi tempat destinasi wisata dunia.
Waduk yang dimaksud adalah Bendungan Sidan, yang berada di Kabupaten Badung, Bangli dan Gianyar, provinsi Bali.
Baca Juga: Hindari 4 Bahan Ini Saat Diet, Menurut dr Zaidul Akbar, Berat Badan akan Turun 18 Kg dalam 3 Bulan
Selain untuk memenuhi kebutuhan air baku, bendungan juga dapat difungsikan menjadi wisata.
Ditambah Bali juga merupakan lokasi wisata yang cukup terkenal hingga mendunia.
Bendungan Sidan sendiri sebenarnya telah dibangun semenjak tahun 2018.
Sementara untuk penargetannya sendiri, bendungan di Badung provinsi Bali ini sebenarnya diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2023.
Namun selama pembangunan dilakukan, ternyata ditemukan suatu kendala, hingga akhirnya target penyelesaian bendungan Sidan ini harus mundur hingga April 2024.
Kendala teknis tersebut berkaitan dengan kadar air tinggi pada material timbunan.
Meskipun harus mundur hingga April tahun 2024, namun tentu pengerjaan bendungan Sidan di Badung ini tetap berlanjut.
Sebab diketahui pada Juni 2023 bendungan di provinsi Bali ini progres penyelesaiannya telah rampung hingga 57%.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, bendungan di Badung Bali ini dikerjakan dengan kontrak sebanyak Rp 809 miliar.
Adapun yang mengerjakannya, Pembangunan Bendungan ini digarap oleh Konsorsium PT. Brantas Abipraya (Persero) – PT. Universal Suryaprima, yang dimulai sejak Oktober 2018.
Diketahui bendungan ini nantinya akan berada di lahan seluas 82,73 hektar.
Dengan adanya bendungan Sidan, nantinya waduk ini mampu menyediakan kebutuhan air baku sebesar 1,75 m3/detik, bagi Kawasan Metropolitan Sarbagita, terutama Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Selain memenuhi kebutuhan air baku, bendungan di Badung ini memiliki potensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) dengan kapasitas 0,65 MW.
Dengan memiliki kapasitas tampung air sebanyak 3,82 juta meter kubik, bendungan ini juga dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 453 meter dengan diameter 5 meter.
Fasilitas tersebut berfungsi dalam mengendalikan banjir dari debit masuk sebesar 405,09 m/detik hingga menjadi 138,20 m/detik debit keluar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi