

InNalar.com – Tidur adalah proses pelepasan rasa lelah pada tubuh baik secara jasmani maupun secara mental.
Tidur dapat mengurangi atau menghilangkan keluhan tubuh sehingga tubuh mampu bangkit untuk menghadapi persoalan kembali.
Seberapa lama waktu tidur manusia tergantung kebiasaan mereka. Ada yang membutuhkan waktu tidur lebih lama dibanding lainnya.
Kebiasaan inilah yang disebut sebagai irama sirkadian. Tubuh akan tidur lalu terbangun dengan sendirinya sesuai kebiasaan atau iramanya.
Dalam 24 jam, tubuh manusia akan mengalami kebiasaan bangun, aktivitas lambung, dan denyut jantung. Karena itulah irama sirkadian juga diartikan sebagai jam alami tubuh manusia.
Saat manusia tertidur, tubuh mereka akan mengalami kebiasaan sirkadian yang berkaitan dengan peningkatan metabolisme tubuh, di antaranya:
1. Perbaikan Sel Tubuh
Tubuh memiliki sel-sel rusak yang harus diperbaiki dan diganti setiap hari. Perbaikan ini sudah otomatis dilakukan tubuh saat beristirahat atau tidur.
Baca Juga: Lawan Penyakit Demam Berdarah! dr Zaidul Akbar Resepkan Ramuan Ini Agar Trombosit Langsung Naik
Sel-sel tersebut diperbaiki untuk memberikan waktu kepada organ tubuh untuk beristirahat serta menjaga keseimbangan metabolisme dan biokimia tubuh.
Sel-sel tersebut di antaranya adalah sel darah merah, sel otot, sel kulit, dan sel mata.
2. Pemulihan Otak
Saat otak mulai lelah, otak akan menyalakan alarm yang ditandai dengan timbulnya rasa mengantuk.
Mengantuk juga merupakan irama tubuh yang memperingatkan bahwa otak memerlukan istirahat.
Setelah manusia tertidur, secara otomatis otak akan mengalami recovery atau pemulihan.
3. Penyaringan Racun
Penyaringan racun dalam tubuh juga merupakan kebiasaan otomatis oleh ginjal saat manusia tertidur.
Racun tersebut disaring kemudian dibuang setelah diproses menjadi air kencing.
Nah, jika manusia tidak tidur, kebiasaan sirkadian untuk meningkatkan metabolisme tubuh tidak akan maksimal.
Jika ketiga hal itu terganggu, maka dampaknya pada tubuh manusia akan mengalami ketidakseimbangan dan rawan terkena penyakit, seperti:
1. Kanker
Saat manusia tidak tidur, kebiasaan tubuh untuk mengganti sel rusak tidak akan maksimal.
Resikonya, sel-sel yang rusak akan menumpuk dan berkembang di dalam tubuh.
Sel rusak yang berkembang dalam tubuh dapat meningkatkan potensi tubuh terkena penyakit kanker.
2. Gagal Jantung
Aktivitas padat yang dilakukan manusia dapat memacu jantung secara berlebih, apalagi tidak disertai istirahat yang cukup.
Tanpa istirahat yang cukup, jantung akan terpacu lebih cepat. Hal ini menyebabkan penumpukan lemak pada jantung.
Penumpukan lemak tersebut dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga gagal jantung dapat terjadi.
3. Stroke
Otak yang tidak beristirahat akan mengalami kelelahan dan produktivitas yang berlebihan.
Kebiasaan tubuh untuk memulihkan otak akan tertunda. Hal ini dapat menyebabkan kematian jaringan pada otak.
Parahnya, jaringan otak yang sudah mati sulit dipulihkan seperti sedia kala.
Lalu, kapankah waktu yang tepat untuk tubuh beristirahat?
Sebenarnya tidak ada waktu pasti, hanya saja, yang terbaik adalah malam hari.
Melansir dari youtube @dr. Zaidul Akbar Official ditegaskan bahwa,
“Hormon yang kaitannya dengan perbaikan, detoks, repair itu paling banyak dihasilkan di malam hari saat kita tidur,” ungkap dr Zaidul Akbar.
“Kalau tidak ada uzur, coba mulai biasakan habis isya tidur. Kalau masih punya kerjaan, kerjakan di malam hari (dini hari),” lanjut dr Zaidul Akbar.
dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa tubuh tidak akan lelah jika tidur cukup. Kita perlu membiasakan itu.
Ia juga menambahkan, bagi orang muslim, hendaknya bangun di malam hari untuk bermunajat kepada Allah.
“Itu cara sehat paling mudah, bangun malam,” jelasnya kemudian.
“Dan Nabi SAW sudah menjelaskan sholat malam bisa mengusir penyakit, begitu kata Nabi,” tambahnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi