Telan Rp6,9 Miliar, Proyek Perbaikan Jalan di Sulawesi Utara Dikerjakan Abal-abal, Negara Auto Dibikin Tekor

inNalar.com – Infrastruktur pembangunan jalan merupakan proyek paling utama yang harus dikerjakan salah satunya berada di Sulawesi Utara.

Akses jalan yang mudah untuk ditempuh dan juga memadai akan menimbulkan dampak positif yakni peningkatan pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Utara.

Adanya proyek perbaikan jalan di Sulawesi Utara merupakan bentuk dari pemerataan pembangunan yang dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada disana.

Baca Juga: Diklaim Pertama di Dunia, Bulan Buatan Asal China Ini Pencetusnya Fisikawan Pemenang Nobel 2000, Namanya…

Pembangunan yang maju dan juga akses jalan yang layak di Sulawesi Selatan juga mampu menggaet para investor untuk melakukan pembangunan disana.

Perbaikan jalan yang dilakukan di Sulawesi Utara ini merupakan Jalan Insil baru menuju ke Jalan Insil Induk.

Biaya anggaran yang digunakan untuk pengerjaan proyek perbaikan jalan di Sulawesi Utara bersumber dari DID.

Baca Juga: Kata dr Zaidul Akbar, Wanita akan Mudah Alami Tulang Keropos jika Tidak Lakukan Kebiasaan Ini Sejak Sekarang

Anggaran yang tertulis di dalam kontrak pengerjaan perbaikan jalan tersebut sebesar Rp 6,89 miliar.

Nominal tersebut hampir mencapai angka Rp 6,9 miliar miliar, pengerjaan perbaikan jalan terkesan abal-abal.

Hal tersebut disebabkan banyak kekurangan yang terjadi ketika pengerjaan perbaikan jalan berlangsung.

Baca Juga: Waspada Bahaya Penyakit Jantung, dr Zaidul Akbar Ungkap Gejala yang Bisa Dilihat Secara Kasat Mata

Mulai dari adanya modus pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan juga tidak sesuai dengan ketentuan yang tertulis di dalam kontrak.

Tidak hanya itu volume pengerjaan perbaikan jalan di Sulawesi Utara ini volume pengerjaan dan juga kualitas bahan material tidak sesuai dengan rancangan.

Hal tersebut tentunya juga berdampak pada kokohnya jalan yang mudah rusak dan juga berlubang sehingga tidak dapat bertahan dengan lama.

Penyalahgunaan anggaran yang tidak semestinya dan menguntungkan oknum nakal saja membuat keuangan negara dibikin tekor.

Dilansir dari ANTARA, kerugian negara akibat penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh oknum yang ingin memperkaya dirinya sendiri sebesar Rp 2,9 miliar lebih.

Akibat dari penggunaan anggaran yang tidak semestinya dan digunakan untuk kepentingan pribadi oknum yang terlibat harus mempertanggung jawabkan atas perilaku menyimpang.***

Rekomendasi