Tubuh Autolisis Saat Puasa, Ini Cara Kurangi Sakit Pada Pencernaan Menurut dr Zaidul Akbar

InNalar.com – Pola makan yang sering tidak kita sadari, seringkali menimbulkan rasa sakit terhadap tubuh kita. Begitu pula ketika makan secara berlebihan.

Memakan makanan secara berlebihan dapat menimbulkan sakit pada tubuh. Sehingga bila perlu jangan sampai makan berlebihan.

dr Zaidul Akbar mengungkapkan tentang kesehatan dan hubungannya dengan puasa, apakah sakit pada pencernaan akan berkurang dengan ibadah ini.

Baca Juga: Stabil Tanpa Penyangga, Terowongan Kembar di Jalan Tol Cisumdawu Sumedang Ini Pernah Ada Konflik Lahan?

Makan berlebihan juga menyulitkan kerja organ pencernaan, hal itu menyebabkan sakit perut karena proses pencernaan tidak berjalan dengan lancar.

Banyak pengamat dan juga dokter, terutama dr Zaidul Akbar menyarankan untuk puasa paling tidak 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

Lantas apa manfaat dari kita berpuasa itu?

Baca Juga: 5 Tahun Terbengkalai, Kapal di Tengah Daratan Palu Sulawesi Tengah Ini Ternyata Ada Jejak Pemiliknya, Siapa?

Menurut dr Zaidul Akbar, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa maka tubuh melakukan pebersihan atau autolisis.

“Organ tubuh melakukan proses autolisisnya ketika kita sedang di kondisi lapar. Hal tersebut sungguh menakjubkan bukan, Masyaa Allah” tambah dr Zaidul Akbar.

Dengan berpuasa menjadikan sel-sel yang rusak atau yang telah menjadi sampah dapat dikeluarkan oleh tubuh. Proses ini disebut dengan autofagi.

Baca Juga: Akhirnya! 5 Jalan Tol Proyek Strategi Nasional Selesai, Salah Satunya Jalan Tol Trans Jawa Sudah Beroperasi

Sel yang rusak tersebut dapat mengakibatkan virus atau bakteri muncul. Sehingga menimbulkan penyakit baru yang menjangkiti tubuh.

“Sewaktu berpuasa, organ dalam tubuh kita melakukan pekerjaannya, menetralisir racun akibat dari makanan yang telah masuk,” ucap dr Zaidul Akbar.

“Ketika kita berpuasa organ pencernaan yang ada dalam tubuh kita membersihan sampah dan racun akibat proses dari makanan” ucap dr Zaidul Akbar.

Baca Juga: Persija Jakarta Gagal Mendapatkan Poin Maksimal Usai Ditahan Imbang Persis Solo di BRI Liga 1

“Sebaliknya ketika seseorang terus dalam kondisi kenyang, maka organ tubuh pencernaan tidak akan memiliki waktu yang cukup melakukan autolisis,” tutur dr Zaidul Akbar.

Oleh karenanya puasa sangat dianjurkan oleh dr Zaidul Akbar, karena dapat memberikan jeda kepada tubuh untuk beristirahat secara maksimal.

“Dapat dibayangkan apabila kita tidak berpuasa, organ pencernaan kita tidak pernah berhenti dalam melakukan pekerjaannya. Butuh waktu sekitar 8 jam” tambah dr. Zaidul Akbar.

Baca Juga: Direnovasi Sandiaga Uno, Villa yang Ada di Balik Tangga Mistis di Puncak Bogor Jawa Barat Ini Disulap Jadi…

Padahal dalam tubuh yang sehat organ pencernaan memerlukan 8 jam untuk proses pencernaan tersebut bekerja.

Sehingga sesekali dalam seminggu, perlu diistirahatkan secara maksimal dengan berpuasa.

“Ketika kita makan di pagi hari, organ pencernaan memprosesnya, sehingga baru selesai di waktu sore hari. Namun, hal itu tidak terjadi apabila di siang hari sudah kita tambah dengan makanan lagi” ujar dr Zaidul Akbar.

Baca Juga: Bangun Pagi Bisa Bikin Sukses? Maudy Ayunda Bocorkan Rahasia Pakar Kepemimpinan Terbaik Dunia

“Hal tersebut kita lakukan secara kontinu menambah makanan yang masuk ke dalam tubuh, lantas kapan organ pencernaan kita memiliki waktu istirahat,” terang dr Zaidul Akbar.

Tidak hanya tubuh secara fisik yang istirahat, namun organ pencernaan juga memerlukan jeda untuk proses autolisis berjalan saat puasa.

Sehingga hal itu menumbuhkan kesehatan dalam organ pencernaan. Karena memberikan waktu jeda untuk melakukan istirahat dari proses kerja pencernaan.

dr Zaidul Akbar mengajak untuk manusia bersyukur atas kesehatan jasmani dan rohani yang ia dapatkan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]