

inNala.com – PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang ada di Indonesia.
Wilayah yang dimiliki sangat luas, oleh karena itu tentunya pembangunan PLTA atau pembangkit listrik lainnya sangat dibutuhkan.
Pada 1 Maret 2023 lalu, Presiden Jokowi telah melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama dalm pembangunan sebuah PLTA di Kalimantan Utara.
Groundbreaking atau peletakan batu pertama ini lebih tepatnya dilaksanakan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Nama dari PLTA yang sedang dibangun ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk.
PLTA Mentarang Induk berlokasi di Sungai Mentarang, sekitar 35 km dari bagian hulu Kota Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Meski termasuk PSN, menariknya, PLTA Mentarang Induk ini nantinya akan dikelola oleh perusahaan joint venture antara PT Kayan Patria Pratama dari Indonesia dan Sarawak Energy Berhad dari Malaysia.
Nama dari perusahaan joint venture ini adalah PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN) yang sudah berdiri sejak tahun 2018.
Kemudian pada November 2022, PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) menyambut kedatangan Adaro dalam perusahaan joint venture mereka.
Dilansir inNalar.com dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas, pembangunan dari PLTA Mentarang Induk ini membutuhkan dana sekitar USD $ 2,6 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun.
Selain itu, PLTA di Kalimantan Utara ini juga digadang-gadang akan menjadi PLTS terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Sempat Berganti Nama, Bendungan Canggih Pertama di Bali Ini Dibangun Selama 5 Tahun, Investasinya…
PLTA Mentarang Induk nantinya akan memiliki dimensi bendungan dengan tinggi sekitar 235 meter serta lebar sekitar 812 meter.
Tidak hanya itu, PLTA Mentarang Induk rencananya akan memilki kapasitas sebesar 1.375 Megawatt (MW).
Dengan begitu, PLTA di Kalimantan Utara ini berpotensi menghasilkan energi listrik sekitar 9 Terawatt per jam.
Selain berfungi untuk menghasilkan energi listrik, PLTA Mentarang Induk ini juga diperkirakan mampu menyerap hingga 5.000 tenaga kerja lokal.
Pembangunan PLTA Mentarang Induk di Kalimantan Utara diperkirakan selesai pada tahun 2029.***