Cafe Terapung? Ditinggal Sejak 2014, Bekas Tambang Timah Bangka Belitung Malah Disulap Jadi Tempat Nongkrong

inNalar.com – Sebenarnya dengan adanya tambang timah, eksploitasi pada mineral bumi tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif.

Salah satu dampak negatifnya adalah membuat lahan menjadi tidak rapi dan banyamenjadi banyak lubang, sebab itu maka diperlukanlah reklamasi bekas lahan tambang.

Reklamasi lahan tambang tersebut terjadi di Selinsing, Damar, Kabupaten Belitung Timur, provinsi Bangka Belitung.

Baca Juga: Luasnya 2000 Hektar, Pembangun Pabrik Terbesar di Papua Akan Dilakukan Akhir Tahun 2023, Namanya…

Tambang timah yang berada di Selinsing Bangka Belitung tersebut sebelumnya telah dikelola oleh PT Timah Tbk.

Namun, setelah PT Timah Tbk usai mengelola tambang timah pada tahun 2014, maka akhirnya perusahaan tersebut melakukan lahan reklamasi pada daerah yang dimaksud.

Akhirnya, bekas lahan tambang timah seluas 17 hektar itu kini telah disulap menjadi Kampong Reklamasi Selinsing.

Baca Juga: Dananya Rp30 Triliun, Proyek Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Anggarannya Bersumber dari….

Sebenarnya saat usai mengeksploitasi tambang timah di daerah Selinsing, masih banyak gundukan pasir yang akhirnya mulai dirapikan dan mulai ditanami banyak vegetasi tanaman.

Vegetasi tanaman tersebut seperti pohon bulian, bambu kuning, durian, mangga, jambu mete, dan banyak lagi.

Tidak hanya ditanami tanaman, namun di lahan bekas tambang timah di daerah Bangka Belitung tersebut juga dibangun Cafe.

Baca Juga: Simak! Inilah Trik Kontrol Gula Darah dalam Tubuh dan Cegah Diabetes ala dr Zaidul Akbar

Melansir dari situs resmi perusahaan PT Timah Tbk , tempat nongkrong tersebut yaitu adalah floating cafe, atau cafe terapung di Kampong Reklamasi Selinsing, Bangka Belitung.

Menariknya, Kawasan Wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mitra Jaya Selinsing ini akan mengapung-apung di atas air, dengan landscape telaga dan perbukitan.

Cara mengapung di atas air tersebut adalah dengan Menggunakan bantalan drum plastik yang akan menjadi penopang bangunan kayu diatasnya.

Saking menariknya, Kampong Reklamasi Selinsing ini sampai didatangi sekitar 1000 orang pada tanggal 27 April 2023 seperti dikutip dari ANTARA.

Selain floating cafe, pada Kampong Reklamasi Selinsing di bekas lahan tambang timah ini juga terdapat dermaga, rumah panggung, fishing villa, area hortikultura, kupi tumpa, area peternakan, dan banyak lagi.

Ditambah ada juga permainan bebek air, melihat proses pertanian, perkebunan dan pembibitan yang ada di di Kampong Reklamasi Selinsing.***

 

Rekomendasi