

inNalar.com – Tambang Emas Tujuh Bukit merupakan tambang terbuka yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.
Proyek gold dore bullion ini dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) yang merupakan anak usaha Merdeka Copper Gold.
PT Merdeka Copper Gold Tbk menargetkan proyek Tambang Tujuh Bukit emas ini akan rampung pada 2026.
Baca Juga: Sering Jadi Pembuangan Mayat, Bumi Perkemahan Terbengkalai di Kalimantan Timur Ini Rupanya Dihuni…
Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi ini untuk menggali bijih mineral dan juga mengektraksi kandungan emas dan perak, dengan menggunakan metode pelindian yang efisien.
Tambang Emas Tujuh Bukit mulai beroperasi berdasar pada Izin Usaha Pertambangan Operasi dan Produksi yang dimiliki BSI sejak tahun 2012.
Izin yang dimilki Tambang Emas Tujuh Bukit tersbeut ada pada lahan seluas 4.998 hektar tepatnya di area hutan produksi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Baca Juga: Anies dan Cak Imin Temui Habib Rizieq di Petamburan, Tak Sopan Kepada Gus Dur? Ternyata Dulu…
BSI menggunakan lahan tersebut hanya seluas 992 hektare dari 4.998 hektar yang digunakan BSI untuk operasi tambang.
Tambang Emas Tujuh Bukit ini dibangun pada tahun 2014 dan menambang bijih pertamanya di tahun 2016 lalu dapat menghasilkan emas pertamanya di tahun 2017.
Dilansir inNalar.com dari laman situs Merdeka Copper Group, Tambang Emas Tujuh Bukit ini ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional di tahun 2016, dengan kualitas sumber daya mineral yang diakui oleh negara sebagai aset strategis.
Pada saat ini perusahaan sedang mengembangkan underground project atau proyek tambang bawah tanah untuk menambang tembaga.
Diketahui proyek bawah tanah ini mengeluarkan dana investasi sebesar US$167 juta atau sekitar Rp2,6 triliun dan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di dunia dan telah dikembangkan dengan umur tambang 40 tahun.
Tambang bawah tanah ini sudah melakukan pengeboran serta pengembangan per september 2023 sehingga ditargetkan pada 3 sampai 4 tahun lagi dapat menyelesaikan tahap studi kelayakan dan juga tahap konstruksi, lalu setelah itu dapat memproduksi.
Baca Juga: Gorengan Bikin Batuk Susah Sembuh, dr Zaidul Akbar: Minum Ramuan Murah Ini Dijamin Langsung Hilang
Proyek Tambang Emas Tujuh Bukit ini dibangun dengan komitmen pengelola perusahan terhadap pertambangan berkelanjutan.
BSI berkomitmen untuk tetap melindungi lingkungan sekitar, memulihkan dan meminimalkan dampak lingkungan dari adanya operasi pertambangan.
Penerapan ini dilakukan mengingat adanya standar praktik terbaik internasional, BSI sejauh ini telah melakukan beberapa upaya untuk memulihkan penambangan setelah dilakukan.
Baca Juga: Merugi! Kemenparekraf Sesali Kebakaran Bromo Akibatkan Kerugian Ekonomi Hingga Rp89,7Miliar
Upaya tersebut berupa reklamasi progresif yang merupakan reklamasi yang segera dilakukan begitu satu bagian lahan telah selesai digunakan dengan tanpa menunggu seluruh lahan selesai di tambang emas.
Selain itu BSI selaku pengelola penambangan Tambang Emas Tujuh Bukit ini juga mengelola lahan kompensasi yang terletak di Bondowoso , Jawa Timur dan juga Sukabumi Jawa barat, seluas 1.918,62 hektare.
Lahan kompensasi sendiri ini merupakan lahan yang sudah harus diserahkan oleh pemegang izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) kepada pemerintah dengan keadaan sudah direboisasi.
Dalam hal ini BSI juga memantau kualitas dari biota di perairan sungai dan juga laut serta keanekaragaman flora dan fauna di wilayah setempat.
Nantinya pihak pengelola yaitu BSI akan melakukan perubahan target dari tembang emas Banyuwangi ke tambang Tembaga dengan proyek underground.
Dalam potensi yang terdapat ini dinilai tambang tembaga mempunyai potensi yang sangat besar mencapai kelas duni yang mengartikan umur tambagnya akan mencapai 25 smapai 40 tahun.
Berdasarkan pada catatan korporasi Merdeka Copper Gold kuartal dua, menyebut jika potensi proyek underground Tambang Emas Tujuh Bukit Banyuwangi ini mempunyai kapasitas cadangan bijih tembaga mencapai 24 juta ton per tahun.
Diperkirakan dalam produksi tembaga yang dilakukan secara maksimal nantinya akan menghasilkan sebanyak 112 ribu ton tembaga dalam waktu per tahunnya.
Selain itu akan mendapat 366 ribu ounces emas konsentrat atau setara dengan 8.273,5 ton emas per tahun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi