Habiskan Anggaran Rp17 Triliun, Dua PLTA di Sulteng dan Sulsel Ini Ternyata Dikelola Mantan Wapres RI

inNalar.com – PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah salah satu EBT (energi baru terbarukan) yang pembangunannya terus dilakukan di Indonesia.

Pada 25 Februari 2022 yang lalu, Presiden Jokowi berhasil meresmikan dua PLTA yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Adapun nama dari dua PLTA tersebut adalah PLTA Poso dan PLTA Malea.

Baca Juga: Boncos Rp41 M, Ekspor Ilegal Bijih Nikel Diduga dari Perusahaan dengan IUP Besi, ESDM akan Kaji Sesuai Aturan

PLTA Poso sendiri berada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sedangkan, PLTA Malea berada di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Peresmian dua PLTA di dua provinsi yang berbeda ini dilakukan di PLTA Poso Energy, Poso, Sulawesi Tengah.

Meski diresmikan di waktu yang bersamaan, namun pembangunan dari dua PLTA ini tidak dilakukan di waktu yang bersamaan.

Baca Juga: Apa Itu Food Estate? Proyek Era Joko Widodo yang Terancam Mangkrak Bahkan Dinilai Gagal

Dilansir inNalar.com dari Kementerian ESDM RI, pembangunan PLTA Poso sudah dilakukan sejak tahun 2007 dan bahkan sudah beroperasi pada tahun 2012 dengan kapasitas awal 3 x 65 mW.

Namun, pada tahun 2017 dilakukan pengembangan dan total kapasitas energi liatrik yang PLTA Poso mampu hasilkan menjadi sekitar 515 Megawatt (MW).

Oleh karenanya, proyek pengembangan PLTA Poso ini selesai pada Desember 2021.

Baca Juga: Kejar Target Akhir Tahun, PUPR Kebut Bangun Jalan Daerah Senilai Rp14,6 Triliun, Jalan IKN Diprioritaskan

Sedangkan, PLTA Malea dibangun 2015 dan sudah beroperasi sejak tahun 2021 dengan kapasitas 2 x 45 Megawatt (MW).

Selain dibangun di waktu yang berbeda, perusahaan yang mengelola kedua PLTA di Sulteng dan Sulsel ini pun juga berbeda.

PLTA Poso dikelola oleh PT Poso Energy dan PLTA Malea dikelola oleh PT Malea Energy. Keduanya merupakan bagian dari Kalla Group, perusahaan milik Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla.

Pembangunan dari dua PLTA di Sulteng dan Sulsel ini dilakukan oleh kontraktor yang sama, yakni PT Bukaka Teknik Utama.

Dalam pembangunannya, kedua PLTA di Sulteng dan Sulses ini menggunakan tenaga lokal sebanyak 80%.

Sekitar 2.000 tenaga kerja berhasil diserap dalam pengerjaan PLTA Poso dan PLTA Melea.

Selain itu, pembangunan dua PLTA di Sulsel dan Sulteng ini menghabiskan dana sekitar USD $ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 17 triliun.***

Rekomendasi