1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila, Berikut Makna dan Sejarah Dibalik Hari Penting Ini

inNalar.com – Memiliki sejarah yang panjang dengan berbagai cerita yang ada membuat bangsa Indonesia memiliki beberapa hari penting yang masih diperingati sampai sekarang.

Salah satunya adalah Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati pada tanggal 1 Oktober.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sesuai dengan Keputusan Presiden No. 153 Tahun 1967 di mana tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia secara khidmat dan tertib.

Baca Juga: Indonesia Bisa Mendadak Perang, Timor Leste Jalin Kerjasama Militer dengan China? Cek Faktanya

Karena selalu dirayakan setiap tahun, hampir seluruh masyarakat Indonesia tahu kalau tanggal 1 Oktober adalah Hari Kesaktian Pancasila.

Namun, apakah kalian tahu mengapa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila?

Dilansir inNalar.com dari tajinan.malangkab.go.id, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini masih erat hubungannya dengan kejadian G30S/PKI.

Baca Juga: 14 Kumpulan Ucapan Hari Lahir Pancasila 2023, Penuh Makna Membangkitkan Jiwa Nasional

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

G30S/PKI sendiri merupakan suatu insiden berdarah yang menyebabkan enam orang perwira tinggi serta beberapa orang lainnya gugur atau terbunuh.

Kejadian G30S/PKI ini dianggap sebagai upaya pemberontakan atau kudeta yang dilakukan oleh beberapa pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI.

Baca Juga: Kilas Balik Sejarah Kontroversial G30S PKI: Kisah Dramatis Gerwani hingga Penahanan Selama Belasan Tahun

Keenam perwira tinggi yang jatuh sebagai korban di tragedi ini adalah :

Yang pertama merupakan Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi).

Lalu, yang kedua adalah Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi).

Yang ketiga adalah Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan).

Selanjutnya, yang keempat adalah Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen).

Yang kelima merupakan Brigjen Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik).

Kemudian yang keenam adalah Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat).

Selain keenam perwira tinggi di atas, beberapa korban lainnya adalah putri dari Jenderal TNI Abdul Haris Nasution.

Adapun nasib dari Jenderal TNI Abdul Haris Nasution sendiri berhasil selamat meski menjadi sasaran utama dalam tragedi G30S/PKI.

Baca Juga: Jakarta Panas Menyengat, Simak Jadwal Lengkap Prediksi Cuaca BMKG, Kapan Musim Hujan di 2023?

Kemudian, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto, TNI memerangi serta memburu PKI yang menjadi dalam dibalik tragedi mengerikan ini.

Tubuh dari keenam perwira tinggi yang dibunuh pada 30 September 1965 tersebut ditemukan pada tanggal 3 Oktober 1965 pada sebuah lubang yang sekarang dikenal sebagai lubang buaya.

Dari sejarah ini, dapat disimpulkan bahwa ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila, tidak akan tergantikan dengan ideologi lain.

Hal ini dapat dilihat dari bangsa Indonesia yang berhasil menghadapi G30S/PKI yang ingin menghancurkan ideologi bangsa Indoneisa, Pancasila.

Selain itu, adanya Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki tujuan untuk memperdalam keyakinan akan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang dapat menyatukan bangsa Indonesia.

Peringatan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh presiden kedua Indonesia, yakni Presiden Soeharto.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]