

inNalar.com – Beberapa hari ini kawasan Danau Toba sedang heboh akibat ada isu penemuan Piramida Toba yang terletak di sekitar kawasan Danau Toba.
Fenomena Piramida ini sedang didalami oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penemuan Piramida di sekitar Danau Toba ini diduga mirip dengan situs Gunung Padang Cianjur Jawa Barat.
Menurut arkeolog Indonesia sekaligus Profesor Riset bernama Danny Hilman Natawidjaja dari Pusat Riset dan Inovasi Nasional BRIN mengungkap jika penelitian yang dilakukan telah dipresentasikan.
Penelitian tersebut juga dipresentasikan di depan menteri koordinator bidang maritim dan investasi, Luhut Binsar Panjaitan.
Dilaporkan inNalar.com dari Youtube SiPardalan Tv , Danny mengatakan jika dirinya diminta oleh Menteri Luhut untuk menjelaskan pada bulan April lalu.
Menko luhut disebut ingin mengetahui hal tersebut karena dia mendengar penemuan bentuk Piramida di kawasan Danau Toba, dari salah satu stafnya.
Menko Luhut pun menawarkan bantuan untuk dapat melakukan survei lebih lanjut menggunakan LiDar, Georadar, Geolistrik.
Namun hal tersebut terkendala pada administrasi, sehingga membuatnya sulit disebabkan Kemenko bukanlah lembaga penelitian.
Baca Juga: Indonesia Disebut Mempunyai ‘Harta Karun Super Langka’ Sebesar 300 Ribu Ton, Penasaran?
Danny menyebut jika penelitian Piramida ini masih dalam tahap awal. Dirinya mengaku jika tak sengaja menemukan jejak Piramida tersebut yang cukup besar dengan ketinggian sekitar 120 m.
Pada awalnya ia hanya sedang meneliti jalur gempa di lokasi tersebut, lalu menemukan sebuah bentuk piramid yang menempel di bukit lapisan batuan berpori hasil abu vulkanik yang berumur 74.000 tahun.
Pada hipotesis awal menunjukkan jika struktur tersebut merupakan Piramida yang terkait dengan geomorfologi kawasan tersebut.
Danny yang melihatnya pertama kali ini pun curiga karena bentuk dari Piramida tersebut tidak alami.
Penelitiannya akan lebih dalam mengenai struktur hingga usia dari Piramida itu sendiri.
Sementara ini sejauh ini juga belum ditemukan adanya penelitian yang dapat mendalami temuan Piramida tersebut.
Danny menyebut jika kemungkinan penemuan arkeolog besar ini adalah yang pertama sejak zaman kemerdekaan.
Lain halnya dengan penemuan candi Borobudur, para peneliti sudah melakukan penelitian sebelum zaman kemerdekaan bahkan saat belanda masih menjajah indonesia.
Maka dirinya menyatakan jika penemuan Piramida di kawasan Danau Toba ini merupakan penemuan paling fenomenal karena memiliki struktur Piramida dengan susunan batu yang besar.
Untuk lokasinya, Danny menyebut jika piramida tersbeut bukan di tempat tersembunyi di dalam hutan, melainkan di sebuah wilayah yang luas dan juga dikenal oleh banyak orang.
Diketahui pula dikawasan tersebut merupakan bekas situs istana Sisingamangaraja yang sudah banyak diteliti oleh para ahli.
Namun mereka tidak menyadari adanya struktur Piramida yang sangat besar tersebut.
Danny menyebut jika struktur tersebut seperti bunglon karena tersamarkan oleh pohon dan akar semak yang tumbuh di susunan batu.
Para warga sekitar meyakini jika susunan batu tersebut merupakan peninggalan leluhur yang ditinggalkan begitu saja kemudian selain Piramida tersebut dijadikan makan oleh warga sekitar.
Para warga setempat memberi julukan Piramida tersebut sebagai Bukit A karena bentuk Piramida tersebut seperti huruf A.
Dilihat seperti menyerupai Gunung Padang, namun jika dilihat lebih banyak terdapat perbedaan dari jenis batuannya.
Gunung Padang terlihat mempunyai bebatuan yang panjang sedangkan di Piramida ini memiliki karakter bebatuan yang bulat.***