Diduga Gagal Konstruksi, Bendungan Baru di Sultra Ini Ambruk: Kualitas Kerja Pembangun Proyek Dipertanyakan

inNalar.com – Salah satu proyek strategis nasional, Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara saat ini jadi perbincangan publik.

Sebab, sebelum diresmikan proyek Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara tersebut, sebagian titik kontruksinya malah ambruk.

Sebagian pihak menduga, jika penyebab dari ambruknya sebagian titik Bendungan Ameroro disebabkan gagal kontruksi.

Baca Juga: Gunakan Teknologi HPAL, Smelter Nikel di Sulawesi Tenggara Ini Habiskan Rp67 Triliun dan Hasilkan 120.000 MT

Melansir dari laman web rri.co.id, disebutkan bahwa Ridwan Bae, selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengaku kaget saat mengetahui ambruknya kontruksi bangunan Bendungan Ameroro.

Pihaknya pun mempertanyakan mengenai kualitas tenaga kerja perusahaan milik negara yang saat ini menjadi pembangun bendungan tersebut.

Di sisi lain, Bioteknik dari Komisi Keamanan Bendungan menyatakan bahwa ambruknya sebagian sisi bendungan dinilai tidak membahayakan.

Dikutip dari laman YouTube @BWS_SULAWESI_IV_KENDARI, Paulus Kurniawan menyatakan bahwa longsoran yang terjadi di kontruksi bendungan berukuran 5 x 10 meter saja.

Baca Juga: Kampung di Sulawesi Tenggara Ini Punya Benteng 23,3 ha yang Jadi Terluas di Dunia dan Dapatkan Penghargaan…

“Longsoran yang terjadi itu terletak di sisi hilir di samping daripada bagian ataupun pelimpah, ataupun tidak membahayakan sama sekali terhadap kontruksi bangunan bendungan, karena hanya berukuran 5 x 10 meter saja”, ungkap Paulus Kurniawan.

Dari berbagai pihak penanggungjawab pembangunan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara telah merencanakan perbaikan kontruksi.

Begitupula dengan penyelesaian penggarapan proyek bendungan yang telah ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023 tersebut.

Saat ini, progres pembangunan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara telah mencapai angka sebesar 80,5%.

Baca Juga: Proyek Multiyears Rp1,5 Triliun, Bendungan di Sulawesi Tenggara Ini Rampung pada Akhir Tahun 2023

Sedangkan, progres pembangunan tubuh bendungan yang terletak di Sulawesi Tenggara tersebut diketahui telah mencapai angka 60%.

Diharapkan, masyarakat tidak perlu khawatir akan permasalahan longsornya atau ambruknya sebagain sisi kontruksi bangunan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara.

Sebab, perbaikan akan segera dilakukan, dan dipastikan keseluruhan kontruksi bangunan bendungan aman.

Itulah informasi mengenai bendungan baru di Sulawesi Tenggara yang ambruk diduga akibat gagal kontruksi.***

 

Rekomendasi