Adopsi Teknologi Rotary Kiln Electric Furnace, Smelter di Sulteng Ini Diprediksi Tambah Pendapatan Negara

inNalar.com – Pada bulan Desember 2021 lalu, Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan pabrik smelter nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pabrik smelter nikel di Sulteng tersebut dibangun dalam rangka mewujudkan komitmen investasi sesuai amandemen kontrak karya.

Melansir dari laman YouTube @Daftar_Top, proyek smelter nikel di Sulteng tersebut sudah dibangun sejak tahun 2020.

Baca Juga: Daftar 5 Kuliner di Solo Ternikmat Pada Zamannya, Kini Makanan Tradisional Ini Hampir Punah, Kenapa?

Jika ditelusuri, proyek smelter nikel di Sulteng tersebut hanya memerlukan waktu pembangunan yang sangat singkat.

Begitupula dengan proges pembangunannya juga dinilai sangat cepat, karena dalam kurun waktu satu setengah tahun saja, smelter tersebut sudah diresmikan.

Diharapkan, dengan adanya smelter nikel di Konawe Utara, Sulteng  dapat mendorong percepatan hilirisasi industri.

Baca Juga: Auto Glowing! Ini Khasiat Biji Durian yang Kaya Asam Amino, Beserta Cara Mengolahnya Ala dr Zaidul Akbar

Hilirisasi industri yang diproyekkan sendiri diharapkan mampu memberikan nilai tambah pada bahan baku di Indonesia.

Nama dari proyek pabrik smelter nikel di Konawe Utara, Sulteng tersebut adalah PT Gunbuster Nickel Industri atau PT GNI.

Nilai investasi yang dikucurkan untuk pembangunan pabrik smelter nikel tersebut diketahui sebesar Rp 42,9 triliun.

Baca Juga: Meski Punya UMK Rendah, Ternyata Rembang Jawa Tengah Miliki Wisata yang Bikin Betah Pengunjung saat Berlibur

Kemudian, diketahui bahwa PT Gubuster Nickel Industri atau PT GNI secara menyeluruh akan mengoperasikan sebanyak 24 smelter lain.

Dari informasi yang dikutip dari laman resmi perusahaannya, 24 smelter lain yang dioperasikan oleh PT GNI akan mengadopsi teknologi rotary kiln electict furnace.

Adanya PT Gebuster Nickel Industri di Sulteng ternyata telah menyerap banyak tenaga kerja.

Melansi dari laman YouTube @Daftar_Top, disebutkan bahwa pabrik smelter nikel tersebut telah menyerap sebanyak 5.200 tenaga kerja.

Jumlah tenaga kerja yang diserap oleh PT GNI dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Selain serap banyak tenaga kerja, pabrik smelter nikel di Sulteng  tersebut juga diprediksi bakal tingkatkan penghasilan negara sebesar USD20,8 Miliar.***

 

 

 

Rekomendasi