

inNalar.com – Kota Batam, Kepulauan Riau terus membangun infrastruktur pengurai kemacetan, salah satu yang bakal jadi agenda baru tahun berikutnya adalah proyek flyover Sei Ladi.
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi menyebut bahwa proyek flyover atau jalan layang Sei Ladi ini bakal dibangun pada 2024.
Namun bagaimana kabar pembangunan flyover di simpang empat Kepri Mall, Batam, Kepulauan Riau yang telah diungkap janji manisnya sejak 2018 silam?
Rupanya proyek flyover Simpang Empat Kepri Mall, Batam, Kepulauan Riau ini jauh lebih dulu dirancang sebelum proyek jalan layang Sei Ladi, hanya saja proyek lama ini belum kunjung terealisasi.
Tadinya BP Batam bakal meniatkan pembangunan flyover yang tertunda di kota terluas di Kepulauan Riau ini pada tahun 2019.
Bahkan dua tahun setelahnya pun pembangunan jalan layang Simpang Empat Kepril Mall ini diajukan kembali, tetapi belum juga terealisasikan.
Baca Juga: Habiskan Rp1,7 Triliun! PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat Ini Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara
Lalu bagaimana nasibnya di tahun ini? Ternyata proyek ini pun tak masuk dalam anggaran pembangunan 2023.
Proyek flyover gagal ini diketahui telah disalip oleh pembangunan jalan layang Laluan Madani pada 2017.
Justru Flyover Sei Ladi yang bakal dibangun pada 2024 ini bakal serobot proyek jalan layang yang tertunda bertahun-tahun tersebut.
Lantas, apa yang menyebabkan BP Batam menunda proyek flyover Simpang Kepri Mall, Kepulauan Riau ini?
Belum ada catatan khusus mengenai kendala keterbatasan dana, tetapi dimungkinkan penyebabnya adalah permasalahan prioritas pembangunan jalan arteri.
Dilansir dari laman BP Batam, Flyover Sei Ladi dirancang untuk dilalui berbagai jenis kendaraan guna mengurangi beban Jembatan Sei Ladi yang usianya sudah sepuh.
Diketahui Jembatan Sei Ladi usianya hampir mendekati 50 tahun, sehingga dimungkinkan prioritas rencana pembangunan menjadi salah satu pemicunya.
Sebagai informasi tambahan, rencananya apabila Flyover Sei ladi telah terbangun, kendaraan bermuatan berat tidak diperbolehkan lagi melewati Jembatan Sei Ladi.
Kendaraan yang masih diperbolehkan hanya khusus kendaraan roda bermuatan ringan, sedangkan Flyover Sei Ladi boleh digunakan oleh segala jenis kendaraan.***