

inNalar.com – Pemerintah kucurkan anggaran Rp 15,5 Miliar untuk membangun turap Kesultanan Pontianak di Kalimantan Barat.
Kesultanan Pontianak dulunya memiliki nama Kesultanan Kadriah Pontianak yang merupakan kerajaan Melayu Islam di Kalimantan Barat.
Kesultanan Pontianak didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Ibnu Alhabib Husein Bin Ahmad Alkadrie sebagai keturunan dari Rasulullah dari Sayyidina Husain.
Kesultanan Pontianak terletak di daerah muara simpang tiga tepatnya di Sungai Kapuas kecil dan sungai landak yang sudah masuk dalam kawasan VOC Belanda karena sudah diserahkan oleh Sultan Banten.
Kesultanan di Kalimantan Barat ini didirikan tepatnya pada 23 Oktober 1771 oleh keturunan Arab Hadramaut dari Kerajaan Mempawah yaitu Syarif Abdurrahman Alkadrie.
Pada tanggalan hijriah pendidikan Kesultanan Pontianak didirikan tanggal 14 Rajab 1185 Hijriah.
Dari pendirian tersebut Sultan Syarif melakukan dua pernikahan politik di Kalimantan, yaitu pertama dengan putri dari Kerajaan Mempawah dan pada tahun 1768 dengan Ratu dari Kesultanan Banjar.
Melalui pernikahan tersebut tahun 1768 Sultan Syarif mendapatkan gelar Pangeran Nur Alam.
Sehingga pada tahun 1778 Sultan Syarif didaulat menjadi Sultan Pontianak di Kalimantan Barat.
Dilansir dari Stekom, Sultan Syarif Abdurrahman wafat tahun 1808 dan dimakamkan di Batu Layang Pontianak, Kalimantan Barat.
Sejarah panjang Kesultanan Pontianak dan jasanya terhadap kemajuan wilayah Pontianak menjadi warisan bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Oleh karena itu dibangunlah turap untuk Makam Kesultanan Pontianak Kalimantan Barat dengan anggaran Rp 15,5 miliar.
Pembangunan tersebut sebagai bentuk penghargaan dan menjaga warisan budaya di Kalimantan Barat.
Diharapkan dengan adanya pembangunan turap Kesultanan Pontianak bisa menjadi daya tarik untuk masyarakat Pontianak dan di luar Kalimantan Barat.
Apabila kondisi yang terawat dan bersih bisa dikunjungi banyak orang sebagai bentuk wisata islami di daerah Pontianak, kalimantan Barat. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi