

InNalar.com – Beberapa waktu lalu sempat ramai patung Bung Karno di Sumatera Selatan yang tidak mirip.
Namun, sebenarnya beberapa tahun yang lalu juga ada pembangunan patung di Gresik Jawa Timur yang tidak mirip.
Padahal pembangunan patung yang diclaim jadi landmark daerah Gresik Jawa Timur itu menghabiskan dana yang fantastis pula.
Adapun yang menjadi landmark Kota Gresik tersebut adalah patung Gajah Mungkur, yang berada di simpang lima Sukorame, Jawa Timur.
Meskipun disebut sebagai patung Gajah, uniknya patung di Gresik ini tidak memiliki mulut, mata, telinga, gading, maupun ekor.
Tentu dengan keunikan dan filosofi yang terlalu jauh dari gajah, banyak warga yang bertanya-tanya dengan maksud dari patung yang terletak di simpang lima Sukorame ini.
Perlu dpahami, patung gajah ini terletak di dua sudut pada simpang lima Sukorame Gresik.
Patung pertama berada di pojok belokan Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Usman Sadar, dengan posisi membelekangi jalan, atau memunggungi jalan.
Sementara patung kedua terdapat di sudut antara Jalan dr Soetomo dan Jalan Proklamasi, dengan posisi yang menghadap ke jalan.
Baca Juga: Jadwal Perempat Final Bulutangkis Asian Games: Ada 3 Big Match, Anthony Ginting vs Li Shifeng
Melansir dari channel Youtube The Shiny Peanut, pembangunan dari landmark patung gajah di Gresik ini menghabiskan dana yang cukup fantastis, yaitu kurang lebih Rp 1 miliar.
Dana fantastis tersebut diketahui berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik, provinsi Jawa Timur.
Bahkan dana yang sebesar itu hanya digunakan untuk membayar tenaga beserta material yang diperlukan dalam membangun patung Gajah di daerah simpang lima Sukorame Gresik tersebut.
Pasalnya, lahan yang digunakan untuk membangun patung gajah itu merupakan tanah milik PT Petrokimia Gresik.
Jadi dana yang digunakan untuk membangun landmark gajah di simpang lima Sukorame di Gresik tersebut bukanlah bersumber dari pemerintah, melainkan semuanya berasal dari perusahaan.
Tidak hanya itu, karena semua pendanaan dan pelaksanaan pada pembangunan patung Gajah tersebut juga dilakukan oleh pihak perusahaan, sedangkan Pemkab hanya akan menerima setelah pembangunannya dinyatakan sempurna. ***