Tik Tok Shop Ditutup, Raymond Chin: Bukan Banned Tapi Diregulasi, Presiden Jokowi Hanya Pikirkan UMKM?

inNalar.com – Raymond Chin, seorang youtuber dan pengamat digital, mengungkapkan bahwa Tik Tok tidak di banned, tapi diregulasi.

Raymond Chin, dalam suatu kesempatan, menanyakan langsung pendapat Presiden Jokowi mengenai Tik Tok dan dampaknya bagi UMKM.

Tik Tok, seperti yang kita tahu, telah ditutup pada tanggal 4 Oktober kemarin atas keputusan pemerintah.

Baca Juga: Uniknya Kawin Colong, Tradisi Pernikahan Ala Suku Osing Banyuwangi yang Jarang Orang Tahu, Simak 6 Tahapannya!

Berbagai narasi muncul karena peristiwa ini. Narasi yang paling sering diperbincangkan adalah: ‘Tik Tok membunuh UMKM’.

Narasi ini dikuatkan oleh bukti nyata, penjual profesional di Tik Tok mencapai omzet milyaran dalam sehari, tak masuk akal bagi UMKM.

UMKM ngos-ngosan. Harga yang kelewat murah dan agresif di Tik Tok membuat harga dagangan mereka terjun demi persaingan.

Baca Juga: Inilah Salah Satu Desa Terindah di Probolinggo Jawa Timur yang Jadi Pintu Masuk Menuju Bromo, Namanya…

Mengejar trend pun sama saja. Live streaming Tik Tok pedagang UMKM tak banyak dilirik karena fasilitas kamera yang tidak memadai.

Jeritan hati pedagang kecil terdengar. Akhirnya, pemerintah bergerak memberikan keputusan.

Melansir dari salah satu video youtube yang diunggah oleh akun CURHAT BANG Denny Sumargo.

Baca Juga: Bukan Tepat di Kota Sabang Aceh, Inilah Pulau Terujung Indonesia yang Dijaga 1 Mercusuar TNI, Jadi Titik 0 KM?

Jauh sebelum kebijakan pemerintah mengenai Tik Tok diresmikan, Raymond Chin pernah buka suara.

Ia menyebut, meski Tik Tok merupakan inovasi,  Tik Tok sangat berbahaya dan berdampak buruk bagi UMKM.

Hanya memerlukan waktu sebentar, toko online ini sudah mencapai omzet yang lebih besar dibanding toko lainnya.

Selain promosinya yang dinilai brutal, toko online ini ternyata sempat bermasalah dengan berbagai negara.

“Tik Tok, di seluruh dunia tuh selalu ada masalah, gua juga gak tau kenapa,” ungkap Raymond Chin.

Menurutnya, kabar yang beredar di masyarakat kurang benar. Faktanya, Tik Tok tidak di banned, tapi diregulasi atau diatur.

Kesimpulannya, pemerintah menghendaki Tik Tok dipisah dengan tokonya, alias tidak dalam satu aplikasi.

Realisasi kedepannya bagaimana, pemerintah menunggu pihak Tik Tok menunjukkan pergerakan dalam waktu 7 hari.

Raymond Chin menceritakan, saat berkunjung ke IKN, ia sempat menanyakan langsung pendapat Presiden Jokowi terkait Tik Tok dan UMKM ini.

Raymond Chin menyebutkan, Presiden Jokowi hanya memikirkan nasib UMKM, bagaimana caranya mereka tidak dirugikan, karena mereka harus dilindungi.***

 

Rekomendasi