Hubungkan Lombok-Sumbawa, Mega Proyek Jembatan di NTB Ini Akan Serap Investasi Rp20 Triliun, Panjangnya…

InNalar.com – Pada daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat mega proyek pembangunan jembatan yang akan menghubungkan 2 pulau.

Mega proyek itu nantinya akan menyambungkan pulau Lombok dengan pulau Sumbawa di NTB, yang dipisahkan oleh laut.

Dengan kata lain, jembatan ini nantinya akan melintang di atas selat Lombok, yang berada di provinsi NTB.

Baca Juga: Habiskan Rp173 Miliar, Jembatan di Samosir Sumatera Utara yang Ada Sejak 1907 Ini Akhirnya Punya Wajah Baru

Karena melintas di atas laut, tentu panjang mega proyek jembatan di NTB ini pun tidak main-main.

Sebab panjang dari jembatan yang menghubungkan Lombok dengan Sumbawa ini nantinya akan membentang sejauh 16,5 Km.

Jika jembatan Lombok-Sumbawa benar-benar terealisasikan tentu jalur penghubung ini akan jadi yang terpanjang di Indonesia dan mengalahkan Suramadu.

Baca Juga: Sempat Mangkrak 14 Tahun, Jembatan di Melawi Kalbar Ini Dilanjutkan Kembali Senilai Rp27,5 Miliar, Alasannya…

Bagaimana tidak, jembatan Suramadu sendiri yang menyandang gelar terpanjang saja hanya memiliki panjang 5,4 Km, tentu nantinya jembatan Lombok-Sumbawa sepanjang 16,5 Km ini akan menyabet gelar tersebut.

Dalam pembangunan jembatan terpanjang di NTB tersebut pun anggaran yang dikeluarkan juga tidaklah sedikit.

Diperkirakan anggaran yang diperlukan dalam membangun jembatan di Selat Lombok NTB ini mencapai hingga Rp 20 triliun.

Baca Juga: Dibangun Dari Hasil Rampasan, Jembatan Megah Sepanjang 1,1 Km di Sumatera Selatan Ini Pernah Ditolak Soekarno?

Berdasarkan hasil pra studi kelayakan oleh konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa ini mencapai Rp 850 miliar sampai Rp 1 triliun per kilometer.

Jika panjang jembatan di NTB ini dibangun sepanjang 16,5 kilometer, maka perkiraan total biaya konstruksi paling sedikit yaitu adalah Rp 17 triliun.

Kemudian, dilansir InNalar.com dari prokopim.sumbawabaratkab.go.id (28/07/2023), Bupati Sumbawa Barat saat itu menemui U.S Trade dan Development Agency (US TDA) untuk melihat peluang kerja sama yang dapat dilakukan untuk menjalankan mega proyek tersebut.

Menariknya, pihak USTDA memberikan penawaran berupa Fisibility Study (FS) secara gratis, agar pembangunan Jembatan Lombok-Sumbawa dapat berjalan.

Saat dilakukannya Fisibility Study, maka hal tersebut nantinya akan mempermudah bagi para investor agar lebih tertarik menanamkan investasinya pada mega proyek untuk menghubungkan kedua pulau di NTB.

Dengan terbangunnya jembatan Lombok-Sumbawa, maka hal ini dapat membuat pembangunan berkelanjutan di kedua pulau besar di NTB ini akan semakin mudah dan menjadi semakin lancar.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]