Dibangun Dari Hasil Rampasan, Jembatan Megah Sepanjang 1,1 Km di Sumatera Selatan Ini Pernah Ditolak Soekarno?

InNalar.com – Terdapat jembatan di Palembang Sumatera Selatan yang dapat dikatakan jadi yang termegah sekaligus terpanjang.

Bagaimana tidak, jembatan di Sumatera Selatan ini saja juga memiliki menara yang menjulang cukup tinggi diantara jalur penghubungnya.

Sedangkan panjang dari jembatan termegah di Sumatera Selatan ini membentang sejauh 1,1 Km, atau lebih tepatnya sejauh 1.117 meter.

Baca Juga: dr Saddam Ismail: Sepele Tapi Bahaya! Jika Tidak Hati-hati Penyakit Ini Bisa Mengancam Nyawa, Kenali Gejalanya

Berlanjut pada lebarnya, jembatan di Palembang Sumatera Selatan ini adalah 22 meter, dengan tinggi sekitar 11,5 Mdpl.

Sementara jembatan terpanjang ini juga memiliki menara yang menjulang setinggi 63 meter dari tanah, dengan Antar menara terpisah sekitar 75 meter, dan berat jembatan diperkirakan sekitar 944 ton.

Tentu tidak heran jika jembatan megah di Sumatera Selatan ini mampu diklaim jadi yang termegah dan terpanjang.

Baca Juga: Ketinggian Capai 22 Km, Gunung Tertinggi di Bumi Ini Dua Kali Lipat Lebih Tinggi dari Everest, Coba Tebak!

Bahkan jembatan ini juga bisa dibilang cukup berumur, sebab jalur penghubung tersebut dibangun pada tahun 1962.

Adapun jembatan termegah ini bisa dibangun di Sumatera Selatan, hal tersebut berasal dari hasil rampasang perang Jepang.

Bagi yang ingin berkunjung, jembatan yang telah menjadi lambang kota ini berada di tengah kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan, dan melintasi sungai Musi.

Baca Juga: Langsung Terapkan! dr Saddam Ismail Ungkap Cara Sederhana Mengatasi Stress: Bisa Dilakukan di Rumah!

Dilansir InNalar.com dari palembang.go.id, dulunya jembatan terpanjang di Palembang Sumatera Selatan tersebut sempat dinamai Jembatan Soekarno.

Dinamai Jembatan Soekarno, hal tersebut sebagai bentuk penghargaan pada dirinya yang kala itu juga tengah menjabat sebagai presiden RI, namun Bung Karno justru menolak hal tersebut.

Atas penolakannya, maka saat itu nama jembatan terpanjang dan megah ini diubah menjadi slogan bangsa Indonesia tahun 1960, yaitu Ampera.

Nama Ampera sendiri sebenarnya merupakan singkatan, yang artinya adalah Amanat Penderitaan Rakyat, dan telah menjadi slogan warga Nusantara kala itu.

Sebenarnya sistem dari jembatan Ampera di Palembang Sumatera Selatan ini dulunya dapat buka tutup dengan tengah jembatannya terangkat, namun kini sistem tersebut sudah tidak berfungsi lagi sejak tahun 1970.

Disebut sebagai yang termegah, sebab bagi para pengunjung yang melintasi jembatan Ampera di Sumatera Selatan ini pada malam hari akan takjub dengan deretan lampu yang menawan dan tentunya eksotis.

Apalagi saat berada di jembatan megah dan terpanjang di Sumatera Selatan ini, para pengunjung juga dapat melihat Benteng Kuto Besak dari atas jembatan.

Benteng Kuto Besak sendiri merupakan sebuah bangunan bersejarah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin I, pada sekitar abad ke 18.***

 

Rekomendasi