

inNalar.com – Apabila mengingat kota mati ikonik di Batam, Kepulauan Riau tentunya banyak yang akan langsung mengingat Marina City.
Rupanya kota mati di Batam, Kepulauan Riau tak hanya Marina City saja, ada sebuah pulau mungil di Batam, Kepulauan Riau yang ternyata juga meninggalkan sisa bangunan bak kompleks yang terbengkalai.
Berbeda halnya dengan kisah Marina City, kota mati di tengah pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau ini ternyata meninggalkan kisah pilu yang hingga kini masih terpelihara dalam bangunan yang ditinggalkan.
Fakta menariknya adalah kota mati di tengah Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau ini dahulu mulanya dibangun oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berdasarkan informasi yang didapat dari situs BP Batam, ternyata kota mati yang ada di pelosok Kota Batam, Kepulauan Riau ini memang sengaja dibangun untuk menampung para pengungsi dari Vietnam.
Usut punya usut, semuanya bermula dari kejadian perang saudara di Vietnam pada tahun 1975 – 1996.
Warga vietnam yang menjadi korban perang pada masa tersebut ditemukan dalam kondisi kurang baik akibat terombang – ambing di Laut China selama berbulan-bulan.
Oleh karena itulah, PBB dan Pemerintah RI membangun sebuah kamp pengungsian di lahan seluas 80 hektare yang di dalamnya terdapat barak, berbagai fasilitas umum dari rumah ibadah, sekolah, dan layanan kesehatan, serta area pemakaman.
Para pengungsi dari Vietnam dahulu dijuluki dengan Manusia Perahu sebab mereka dahulu datang dan bertahan hidup dengan perahu kecil mereka.
Melansir dari laman resmi BP Batam, tercatat kota mati tersebut dihuni oleh 250 ribu lebih pengungsi Vietnam.
Namun saat perang saudara di negaranya berakhir pada 1996, kota yang sempat menjadi hunian pengungsi Vietnam selama 21 tahun ini berangsur sepi.
Pasalnya, para pengungsi Vietnam yang tinggal di kampung yang ada di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau ini memilih untuk kembali pulang ke negaranya.
Meski kini telah menjadi kota mati, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tetap mempertahankan bangunan dan seluruh jejak peninggalan para pengungsi Vietnam.
Pulau Galang di Batam, Kepulauan Riau sekarang justru menjadi destinasi wisata sejarah yang ikonik.
Uniknya, apabila kita berkunjung ke Pulau Galang, kita akan disambut oleh sekawanan monyet yang tumbuh liar di kamp pengungsian tersebut.
Selain itu, kita juga akan disuguhkan berbagai bangunan kamp pengungsian yang masih dipertahankan sejak 1975, bahkan komplek pemakaman warga vietnam zaman dahulu pun masih ada di salah satu sudut pulau bersejarah tersebut.
Oleh karena itulah Pulau Galang lebih dikenal oleh warga Batam sebagai kampung Vietnam.***