Mega Proyek di Tengah Gurun Pasir Afrika Senilai 150 Triliun, Hasilkan Bahan Bakar 300 Ribu Ton Hidrogen Hijau

inNalar.com – Saat ini sudah ada jenis bahan bakar baru yang bernama hidrogen hijau. Proyek produksinya yang senilai 150 Triliun sendiri dikerjakan di Namibia, Afrika.

Hasil dari proyek tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar kendaraan yang memakai hidrogen.

Layaknya mobil, truk, dan bus. Hidrogen hijau tersebut juga dapat berguna sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik.

Baca Juga: Kecil-kecil Cabe Rawit! 5 Khasiat Buah Kersen untuk Kesehatan Tubuh, Ukuran Mini Tapi Punya Banyak Manfaat!

Baik itu pembangkit listrik bertenaga hidrogen dan pembangkit listrik bertenaga sel bahan bakar hidrogen.

Tidak hanya itu, bahan bakar hidrogen hijau tersebut juga bermanfaat di berbagai bidang industri lainnya.

Mulai dari petrokimia, baja, hingga manufaktur. Terlebih, bahan bakar hidrogen sebenarnya sudah ada sejak lama di dunia ini.

Baca Juga: Bisa Redakan Stress, dr Saddam Ismail Ungkap Fakta Buah Lemon yang Jarang Diketahui, Jangan Salah Persepsi!

Hidrogen juga sudah dijadikan sebagai sumber energi sejak tahun 1804 lalu. Tidak heran jika saat ini terus dikembangkan.

Apa Itu Hidrogen Hijau?

Dilansir dari akun YouTube Ilmuwan Top, hidrogen hijau adalah hidrogen yang berasal dari sumber energi terbarukan.

Seperti energi matahari, angin, maupun air. Hidrogen hijau sendiri dihasilkan lewat proses elektrolisis air.

Baca Juga: Auranya Misterius, Lukisan Kuno di Hotel Tugu Malang Jawa Timur Ini Curi Perhatian Pengunjung, Siapa Sosoknya?

Yakni sebuah proses pemisahan air menjadi hidrogen dan oksigen menjadi listrik dari sumber energi terbarukan.

Mega proyek hidrogen hijau juga dikembangkan dalam skala besar di Namibia, Afrika.

Proyek tersebut kemudian disusul oleh perusahaan energi asal Perancis, yakni Total Energies.

Tidak hanya itu, proyek ini juga dikembangkan oleh perusahaan energi asal Afrika Selatan, Hyphen Energies.

Mega proyek fantastis yang ada di Namibia sendiri akan memanfaatkan potensi matahari dan angin yang besar di negara ini.

Tujuannya agar bisa menghasilkan hidrogen hijau lewat proses elektrolisis air memanfaatkan tenaga listrik dari panel surya dan kincir angin.

Proyek hidrogen hijau di Namibia ini sendiri direncanakan untuk menghasilkan sekitar 300.000 ton hidrogen hijau setiap tahun.

Kemudian akan diekspor ke negara-negara di Eropa. Yakni sebagai bahan bakar transportasi, pembangkit listrik, dan industri.

Targetnya sendiri adalah 10-12 juta ton hidrogen hijau per tahun, tepatnya di tahun 2050 nanti.

Apabila angka target tersebut berhasil tercapai, tentu Namibia Afrika akan tercatat sebagai produsen bahan bakar hidrogen hijau terbesar di dunia.

Kehadiran mega proyek di Afrika ini sendiri digunakan untuk memenuhi permintaan bahan bakar hidrogen hijau dalam skala global.***

 

Rekomendasi