

inNalar.com – Ciplukan adalah salah satu buah yang ketika masak akan tertutup oleh kelopaknya.
Pada sebuah jurnal dari Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa sudah banyak perusahaan luar negeri yang membudidayakannya.
Seperti Roland Food, Terraferti Company, dan lain sebagainya. Soal harga jual yang ditawarkan juga cukup tinggi.
Baca Juga: Dijuluki ‘King of Fruit’, Yuk Simak 10 Fakta Unik dan Menarik Buah Durian yang Jarang Diketahui
Yakni mencapai Rp 400.000-Rp 500.000 per kg dengan kurs Rp 13.400,- per USD.
Dilansir dari akun YouTube Young Agropreneur, buah mini tersebut juga memiliki banyak julukan di berbagai daerah.
Tanaman ini bahkan bisa berumur hingga satu tahun dengan ketinggian sampai 1 meter.
Baca Juga: dr Saddam Ismail Ungkap Khasiat Buah Ciplukan yang Tumbuh Liar: Bisa Jadi Obat Radang Usus
Bagian bunga dari tanaman ini akan tumbuh di ketiak daun dengan tangkai berwarna keunguan.
Kemudian bunga ciplukan akan tumbuh menjadi buah. Terdapat pula kelopak mahkota berbentuk seperti lampion menyelimuti buahnya.
Lokasi pertumbuhannya sendiri biasa terjadi di alam liar. Tanaman ini akan tumbuh di sekitar semak-semak lainnya.
Seperti di kebun, tepi jalan, sawah yang mengering, tepi hutan, dan lainnya. Buah ini juga sangat digemari anak-anak.
Seluruh tumbuhan mulai dari daun, buah, hingga akar dapat dimanfaatkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu.
Setidaknya terdapat 10 jenis buah ciplukan yang sudah diidentifikasi. Beberapa diantaranya memiliki harga jual sangat tinggi.
Adapun jenis ciplukan yang diperdagangkan secara luas saat ini yakni Golden Berry atau ciplukan berwarna oranye.
Ciplukan jenis ini memiliki nama ilmiah Physalis peruviana. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai buah ekspor yang sangat bermanfaat.
Buah berwarna oranye ini sudah mulai dibudidayakan di Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia.
Ciplukan bahkan telah dipasarkan hingga ke negara-negara di Eropa.
Bentuknya sendiri bulat menyerupai tomat mini dengan lebar sekitar 1,25-2 cm. Berwarna kuning keemasan hingga oranye.***