

inNalar.com – Salah satu jembatan yang menjadi daya tarik tersendiri di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara adalah jembatan yang menghubungkan antara Pulau Sumatera dan Pulau Samosir.
Jembatan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini diresmikan pada 25 Agustus 2023 yang lalu.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan didampingi Menteri PUPR, Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan, Walikota Binjai, serta Bupati Deli Serdang.
Namun, peresmian ini dilakukan setelah dilakukannya renovasi ke jembatan yang ada di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini.
Baca Juga: Gunakan Anggaran Rp23,5 Miliar, Proyek Rumah Sakit di Maluku Tak Tuntas Pengerjaannya, Kenapa?
Jembatan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1900-an.
Pembangunan jembatan ini pertama kali dimulai pada tahun 1907 dan selesai pada tahun 1913 dengan panjang sekitar 16 meter.
Dibangun di masa penjajahan Belanda, tentunya terdapat kisah sedih di balik pembangunan jembatan ini.
Jembatan yang membentang di atas kanal yang bernama Tano Ponggol itu dibangun dari keringat dan darah para pribumi.
Pihak Belanda pada saat itu melakukan sistem kerja paksa untuk merampungkan pembangunan jembatan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini.
Kemudian, pada tahun 2020, jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Aek Tano Ponggol direnovasi.
Proyek renovasi ini memakan waktu dua tahun dan selesai pada Desember 2022.
Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, Jembatan Aek Tano Ponggol yang sudah direnovasi ini memiliki panjang kurang lebih 382 meter.
Jembatan Aek Tano Ponggol ini memiliki tiga bentang pada jembatan utama dengan bentang utamanya adalah sekitar 99 meter dengan lebar 8 meter.
Pembangunan jembatan penghubung Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera ini dilakukan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero).
Adapun biaya yang dihabiskan untuk membangun jembatan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini adalah sekitar Rp 173 miliar.
Pembangunan pada Jembatan Aek Tano Ponggol ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Indonesia) Prioritas/DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi