

inNalar.com – Ombudsman RI menyorot Pelabuhan Malarko di Karimun, Kepulauan Riau yang telah selesai dibangun, tetapi masih belum kunjung beroperasi.
Diketahui Pelabuhan Malarko di Karimun, Kepulauan Riau telah dibangun sejak tahun 2008 dan selesai digarap pada tahun 2013.
Nyatanya, Pelabuhan Malarko di Karimun, Kepulauan Riau ini belum juga beroperasi hingga menembus tahun 2023.
Banyak pihak yang terus mendorong agar Pelabuhan di Karimun, Kepulauan Riau ini dapat diupayakan kembali sebab nominak dana yang telah digelontorkan untuk pembangunannya tidak sedikit.
Dilansir inNalar.com dari BPK RI, megaproyek pembangunan Pelabuhan Malarko di Kepulauan Riau ini mencapai Rp 200 miliar dari anggaran APBN.
Bahkan alokasi dana sebanyak Rp 50 miliar pun kembali dikucurkan dari pihak Pemerintah Pusat pada tahun 2018 untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan ini.
Mirisnya, pembangunan pelabuhan ini sebenarnya telah selesai digarap, tetapi sejak 2013 mangkrak.
Akhirnya banyak tiang yang dahulu telah menjulang kokoh, tetapi karena tak ada perawatan lebih lanjut lama kelamaan tergerus oleh air laut dan jadi bengkok serta keropos.
Sempat ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Karimun untuk membangkitkan kembali Pelabuhan Malarko di Kepulauan Riau ini.
Contohnya pada tahun 2009, pihaknya telah berupaya membebaskan lahan untuk membangun jalan menuju lokasi pelabuhan tersebut.
Dilansir dari laman BPKP, Pemerintah Kabupaten Karimun berusaha melanjutkan kepengurusan dokumen ANDAL, UKL, dan UPL pada tahun 2011.
Adapun tiga tahun setelahnya, peningkatan akses jalan menuju Pelabuhan Malarko di Karimun, Kepulauan Riau ini juga coba dilakukan. Serta pada tahun 2017, Dinas PU pun akhirnya melakukan pengaspalan jalan.
Hingga akhirnya Komisi III DPRD Kepulauan Riau nampak meninjau langsung Pelabuhan Malarko yang terletak di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau pada Kamis, 15 Mei 2023.
Sangat disayangkan karena Pelabuhan Malarko sudah memiliki fasilitas Causeway dengan bentang 800 x 6 meter persegi, dermaga dengan panjangnya 110 x 10 meter persegi, dan masih banyak bangunan lainnya yang sudah terlanjur dibangun .
Sebelum kedatangan Komisi III DPRD Kepulauan Riau, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun telah mengunjungi dan memberikan amanat khusus bahwa pelabuhan mangkrak ini bakal diproyeksikan untuk fungsi-fungsi besar.
Pelabuhan ini diketahui bakal diproyeksikan menjadi Pelabuhan Samudera yang nantinya berbagai ukuran kapal besar bisa hadir di pelabuhan ini.
Ternyata penyebab mangkrak yang berlarut-larut dan menahun ini disebabkan karena mereka belum memiliki operator yang dapat melayani operasional pelabuhan ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi