

inNalar.com – Danau melintang merupakan sebuah danau yang ada di daerah aliran sungai Mahakam di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Menurut data dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Danau Melintang memiliki luas 11.000 Ha dan kedalaman sekitar 2 meter. Siapa sangka akan ada peternakan kerbau di sini?
Dilansir dari Youtube Jelajahi Bumi, Danau Melintang menyajikan berbagai hal menarik untuk dikupas lebih jauh. Tak hanya menyuguhkan keindahan desa terapung saja.
Tetapi, aktivitas peternakan kerbau rawa di sekitar danau turut mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya.
Kebiasaan menggembala kerbau di danau Melintang ini sudah ada sejak lama di Kalimantan. Bahkan, sejarah mencatat kegiatan ini telah ada sejak abad ke-14 Masehi.
Kerbau rawa merupakan salah satu hewan endemik Kalimantan yang memiliki ciri fisik sedikit pendek dengan tanduk melengkung dan lebar.
Hewan ini disebut juga kerbau kalang. Bobot 1 ekor kerbau rawa dewasa bisa mencapai 300 hingga 600 Kg.
Menariknya, mereka dapat berenang dengan baik dan menyukai daerah yang berair atau rawa.
Di sekitar danau Melintang Kalimantan memang terdapat ratusan hewan itu yang diternakkan.
Baca Juga: Heboh! Aksi Baik Pandawa Diboikot Kades dan Karang Taruna Cibutun Sukabumi, Simak Kabar Terbarunya
Dimana kondisi danau Melintang Kalimantan yang kerapkali pasang, memaksa petani membuat kandang lebih tinggi.
Biasanya, kandang kerbau dibangun mencapai 8 meter dari atas lumpur. Kandang ini mampu menampung ratusan kerbau.
Ketika air pasang di danau Melintang Kalimantan sangat tinggi kelompok petani akan lebih sibuk untuk mencari sumber pakan.
Kondisi ini terjadi karena sekeliling rawa akan terendam air sekitar 7 meter. Sehingga petani menggembalakan kerbau dengan berenang melintasi genangan danau.
Para petani akan melepas ternak mereka pada pagi hari dengan mengatur barisan untuk antri keluar kandang.
Kemudian, beberapa perahu disiapkan untuk memandu kerbau menuju Padang rumput dari danau MelintangKalimantan .
Saat tiba di padang rumput dan kerbau mulai menyantap makanannya, para para petani fokus untuk mengawasi kerbau supaya tidak keluar barisan.
Pemantauan kerbau ini terus dilakukan hingga sebelum terbenamnya matahari.
Uniknya, saat hewan itu mencari makanan harus tetap berenang dan sesekali memasukkan kepala ke dalam air untuk menarik rumput ke permukaan.
Apabila diperhatikan sejenak hanya jantan dewasa saja yang digembalakan seperti ini. Sedangkan, betina dan anakan akan diberi makan lewat kandang di danau Melintang Kalimantan .
Singkatnya, peternakan danau Melintang kalimantan ini tentu membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.
Tanpa disadari keunikan peternakan di danau itu mampu menyuguhkan nilai kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan hingga nanti.
Demikianlah keunikan kerbau di danau Melintang Kalimantan yang berbeda dengan peternakan mainstream lainnya, tertarik untuk melihatnya?***