Bendungan Senilai Rp589 M di Kalimantan Timur Ini Sempat Terlantar dan Dinilai Mubazir Rp262 M, Kok Bisa?

inNalar.com – Beberapa tahun belakangan, pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur di setiap daerah terutama bendungan.

Salah satu bendungan baru ini berada di Kalimantan Timur tepatnya di Kutai Kartanegara.

Bendungan baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dikenal dengan nama bendungan Marangkayu.

Baca Juga: Canggih! Megaproyek IKN Kalimantan Timur Bakal Gunakan Transportasi Modern, Bisa Tebak Apa?

Secara administratif, bendungan Marangkayu berlokasi di Sebuntal, Kec. Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dengan beroperasinya bendungan Marangkayu ini nantinya difungsikan untuk pengembangan dan peningkatan daerah irigasi.

Daerah irigasi di Marangkayu memiliki potensi lebih dari 3000 hektar dengan luas yang saat ini telah tergarap sekitar 1300 hektar.

Baca Juga: Kucuran Rp15 Miliar! 5 Kecamatan Ini Peroleh Dana Desa Terbesar di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur

Bendungan ini akan dimanfaatkan untuk mengaliri lahan irigasi seluas 1500 hektar.

Kemudian, bendungan Marangkayu juga akan menjadi sumber air baku sebesar 450 liter/detik.

Tak hanya fungsi teknis, bendungan Marangkayu juga diharapkan bisa menjadi objek pariwisata bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Baca Juga: Ajaib! Air Sumur Tak Pernah Kering, Inilah Wisata Pulau Miang di Sangkulirang Kalimantan Timur, Lokasinya…

Dilansir inNalar.com dari kppip.go.id, bendungan Marangkayu direncanakan mulai dibangun sejak tahun 2007.

Namun, hingga tahun 2018 bendungan ini masih belum dapat difungsikan dan terlantar begitu saja.

Padahal dana yang telah dikucurkan untuk merealisasikan bendungan ini telah mencapai Rp262,892 miliar.

Pada tahun 2018 kondisi bendungan ini cukup memprihatinkan dengan banyak kerusakan di sana.

Hal inilah yang menjadi penyebab bendungan ini dinilai mubazir Rp 262,892 miliar.

Keterlambatan tersebut ditengarahi oleh masalah pembebasan lahan yang mana pada tahun 2012 pembebasan lahan untuk pembangunan bendungan ini saja masih mencapai 12 persen.

Meskipun begitu, pada akhirnya pembangunan bendungan ini telah dilanjutkan dan sudah rampung 100 persen.

Secara keseluruhan, dana yang dibutuhkan untuk membangun bendungan ini mencapai angka Rp 589 miliar.***

 

Rekomendasi