
inNalar.com – Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kelas 5 SD dapat dipelajari dalam artikel ini.
Siswa kelas 5 SD yang telah memasuki bab 6 akan mengawali pembelajarannya dengan mempelajari teks berjudul ‘Berkunjung ke Gedung Djoeang 45 Solo’.
Teks tersebut dapat ditemukan pada halaman 126. Kemudian siswa diminta untuk menjawab 5 pertanyaan yang ada di halaman setelahnya.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Siap Uji Coba Sekolah Swasta Gratis di Jakarta TA 2025/2026 Mendatang
Namun sebelum mempelajari latihan soal teks tersebut, mari kita pahami informasi penting yang terkandung dalam bacaannya terlebih dahulu.
Intisari Teks ‘Berkunjung ke Gedung Djoeang 45 Solo’
Gedung Djoeang ’45 berdiri megah di Jalan Mayor Sunaryo di Kecamatan Kliwon, Solo. Bangunan khas Eropa ini berada persis di sebelah timur Beteng Trade Center (BTC).
Baca Juga: 3 Jurusan Kuliah Terbaik Buat Anak Perempuan, Lulusannya Berpotensi Kerja Bergaji Dollar dan WFH
Museum bersejarah ini didominasi oleh cat putih. Terdapat sebuah tugu prasasti yang tingginya mencapai 10 meter.
Sebagai informasi, Gedung Djoeang ’45 Solo ini dibangun pada tahun 1876 dan akhirnya mulai dimanfaatkan tepat pada tahun 1880.
Pada teks tersebut, pembaca disarankan untuk berkunjung di waktu terbaiknya. Yaitu, ketika sore hari saat pencahayaan tidak begitu terik dan tidak pula terlalu lembab.
Kunci Jawaban Teks ‘Berkunjung ke Gedung Djoeang 45 Solo’
Instruksi: Jawablah pertanyaan di bawah ini
1. Ruang apa sajakah yang terdapat di Gedung Djoeang ‘45?
2. Apa keunikan Gedung Djoeang ‘45?
3. Bagaimana kita mencari tahu suasana tempo dulu dalam Gedung Djoeang ‘45?
4. Apa tujuan didirikannya Gedung Djoeang ’45?
5. Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di Gedung Djoeang ‘45?
Jawaban:
1. Ruang yang terdapat di Gedung Djoeang ’45 Solo meliputi ruangan yang terdapat berbagai macam koleksi foto sejarah Kota Solo dari masa ke masa.
Selain itu, ruang tengah yang desainnya terbuka dan terdapat kursi taman dan lampu jalan ciri khas gaya Eropa.
2. Keunikan Gedung Djeoang ’45 letaknya ada di desain arsitekturnya. Bangunannya khas gaya Eropa dibalut dengan pewarnaan cat putih yang megah.
Terdapat pula tanaman hias, air mancur, dan gazebo mini yang menyejukkan pandangan para pengunjungnya. Tugu prasasti setinggi 10 meter berdiri kokoh dan antik di sekitarnya.
3. Kita dapat mencari tahu suasana tempo dulu dalam Gedung Djoeang ’45 dengan Dengan melihat koleksi foto Kota Solo zaman penjajahan Belanda di museum tersebut dan membaca tulisan informasi yang tersedia di dalam gedung.
Alangkah lebih baiknya lagi jika kita berbincang banyak dengan pemandu museum yang menjelaskan sejarahnya.
Baca Juga: Berubah Jadi SPMB 2025, Ini 4 Skema Baru Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
4. Gedung Djoeang awalnya dibangun Belanda sebagai pelengkap dan pendukung Benteng Vastenberg. Namun sekarang fungsinya menjadi tempat untuk mengenang sejarah perjuangan RI di era kolonial.
5. Kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung saat bertandang ke Gedung Djeoang ’45, yaitu melihat koleksi foto dan mebaca sejarah Kota Solo.
Selain itu, kita juga dapat berfoto dengan latar belakang bangunan bernilai sejarah. Kita juga dapat sekadar bersantai di area terbukanya sembari mencari tahu detail kesejarahannya dengan Pemandu museum.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi