

InNalar.com – Sejak 28 Oktober 2016 silam, kasus Sianida yang melibatkan Wayan Mirna Salihin dan Jessica Wongso telah berakhir.
Persidangan tersebut diakhiri dengan vonis hakim kepada Jessica Wongso dengan hukuman 20 tahun penjara.
Jessica Wongso sendiri dianggap bersalah karena melakukan pembunuhan kepada Mirna, menggunakan racun sianida.
Baca Juga: Lihat Cara Berjalannya, Itulah Karakternya! Tes Kepribadian Seseorang dari Gayanya Langkahkan Kaki
Akhir-akhir ini kasus tersebut mencuat lagi ke publik. Hal ini bermula karena, Netflix menayangkan film dokumenter berjudul “Ice Cold”
Film berdurasi 1 jam 26 menit ini, ingin mengulas hal-hal ganjil yang tidak terjawab dalam persidangan Jessica Wongso dan Mirna 2016 lalu itu.
Bahkan, film tersebut terus menjadi perbincangan para netizen Indonesia di jagad maya.
Baca Juga: Faktor Sepak Bola dan NU Membuat Erick Thohir Jadi Cawapres Terkuat, Elektabilitas Mampu Terdongkrak
Lalu sebenarnya seberepa besar bahaya dari Sianida, yang dianggap menewaskan Mirna ini? Apalagi jika masuk ke dalam tubuh manusia.
Bahan kimia yang menewaskan Mirna ini merupakan salah satu senyawa yang berpotensi menghilangkan nyawa manusia.
Sianida sendiri bisa berasal dari biji buah-buahan, makanan, ataupun tanaman.
Baca Juga: Anggarkan Rp347 M, Pemerintah Bakal Bagikan Rice Cooker Gratis untuk Rakyat: Ini Syaratnya
Diantaranya makanan dan buah buahan yang bisa melepaskan senyawa sianida ialah, apel, singkong, kacang almond, ceri, dan aprikot.
Senyawa kimia ini, bisa berbentuk gas, cairan, maupun berbentuk padat, dan digambarkan mempunyai bau seperti almond pahit.
Adapun contoh Sianida ini ialah, Sianogen klorida (CNCI), Kalium Sianida (KCN), dan lain sebagainya.
Penggunaan senyawa ini sendiri biasanya dimanfaatkan dalam bidang manufaktur. Misalnya, untuk membuat kertas, tekstil, dan plastik.
Secara umum, dalam bentuk gas biasanya sianida juga dimanfaatkan sebagai pembasmi hama pada kapal dan bangunan.
Sebagai salah satu bahan kimia berbahaya, jika masuk ke dalam tubuh manusia akan menimbulkan reaksi.
Jika tubuh terkontaminasi sianida dalam dosis kecil, maka menimbulkan reaksi seperti, nyeri dada, sesak dada, kebingungan, pusing, sakit mata, sulit bernafas, gelisah, muntah, dan lain sebagainya.
Sedangkan, apabila terpapar sianida dengan dosis yang besar, maka bisa berakibat pada cedera paru-paru, tekanan darah tingggi maupun rendah.
Bahkan, fatalnya lagi kandungan sianida yang tinggi bisa berakibat pada kematian.
Adapun orang bisa terpapar sianida karena beberapa hal seperti, menghirup udara yang terpapar, sentuhan dan meminum air dengan kandungan senyawa tersebut, mengonsumsi atau menyentuh makanan yang terkontaminasi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi