Huruf Kapital Teks ‘Museum Ambarawa’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Hlm. 128-130 Kurikulum Merdeka

inNalar.com – Siswa kelas 5 SD dapat mempelajari kunci jawaban Bahasa Indonesia pada artikel berikut ini.

Buku paket yang dijadikan acuan para siswa dalam artikel ini adalah materi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.

Adapun pembahasan yang diulik, yaitu seputar kaidah huruf kapital dalam paragraf teks berjudul ‘Sejarah Museum Ambarawa’.

Namun sebelum itu, siswa akan diajak mengerjakan latihan soal pada halaman 128 terlebih dahulu.

Baca Juga: Masih Ngontrak, Sekolah SMA Negeri di Jawa Barat Ini Tak Punya Gedung, Setiap Tahun Bayar Sewa Rp350 Juta

Latihan soal tersebut ada di kolom ‘Kosa Kata Baru’ yang acuan teksnya berjudul ‘Berkunjung ke Gedung Djoeang ’45 Solo’ yang ada di halaman 126-127.

Setelah itu, siswa dapat mempelajari kunci jawaban latihan soal Bahasa Indonesia yang berfokus tentang huruf kapital dalam teks ‘Sejarah Museum Ambarawa’ di halaman 130.

Kunci Jawaban Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 128

Kosa Kata Baru: Pemandu – Koleksi – Kunjungan – Arsitektur – Petunjuk – Zaman

Baca Juga: Usai Realisasi Smelter Gresik Freeport, Prabowo Siapkan Babak Baru Hilirisasi Emas di Indonesia

Instruksi:

Gunakan daftar kosa kata di atas untuk melengkapi kalimat rumpang berikut ini!

1. Pemasangan … arah memudahkan para wisatawan yang berkunjung mendatangi seluruh area wisata. (Petunjuk)

2. Gedung Djoeang ’45 yang besar dan kokoh memiliki … khas kolonial. (arsitektur)

3. Mereka bergegas menuju pintu keluar museum saat jam … sudah berakhir. (kunjungan)

4. Museum ini memiliki … benda-benda bersejarah zaman kemerdekaan. (koleksi)

5. Gedung Djoeang ‘45 didirikan pada … Belanda. (zaman)

6. Para peserta didik menyimak dengan saksama penjelasan … tentang sejarah gedung ini. (Pemandu)

Baca Juga: 8 Fitur Spesial Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen, Cara Pintar dalam Sekali Klik!

Kunci Jawaban Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 130: Huruf Kapital

1. Museum Kereta Api Indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur Kedungjati-Ambarawa. Museum ini terletak di Kota Ambarawa, Jawa Tengah. 

2. Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah. Setelah dinonaktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam. Rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah.

Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan, yakni Pertempuran Ambarawa. Selain itu, Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

3. Kini, Museum Ambarawa menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra-kemerdekaan Republik Indonesia, yang meliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. Beberapa koleksi sarana perkeretaapian warisan seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta, dan gerbong dari berbagai daerah dapat dilihat di sana. Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang.***