Menulis Angka dan Bilangan, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hlm. 131-134

inNalar.com – Pada artikel kunci jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kali ini, siswa kelas 5 SD dapat mempelajari latihan soal yang ada di halaman 131-134.

Pada halaman tersebut, siswa diminta untuk mempelajari bagaimana menulis angka dan bilangan sesuai konteks yang benar dalam teks.

Agar siswa dapat mengerjakan latihan soal di halaman 133, ada baiknya para murid memahami 7 kaidah penulisan dalam tabel ungu.

Pertama, ketika kita menemukan bilangan yang cukup disebutkan dalam satu atau dua kata, maka diperkenankan menulisnya dalam bentuk huruf.

Baca Juga: Huruf Kapital Teks ‘Museum Ambarawa’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Hlm. 128-130 Kurikulum Merdeka

Sementara saat bilangan ditulis secara runut seperti akan merincinya dalam poin, maka tulislah dengan angka.

Kedua, bilangan yang letaknya ada di awal kalimat maka menulisnya dalam bentuk huruf. Ingatlah bahwa angka tidak dibolehkan berada di awal kalimat.

Ubahlah bentuk kalimat yang mengandung angka tersebut agar jangan sampai berada di awal kalimat.

Ketiga, angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis sebagiannya dengan huruf supaya mudah dibaca.

Baca Juga: Masih Ngontrak, Sekolah SMA Negeri di Jawa Barat Ini Tak Punya Gedung, Setiap Tahun Bayar Sewa Rp350 Juta

Keempat, penulisan satuan dan ukuran maka gunakanlah angka. Kelima, begitu pula saat menyebutkan alamat juga gunakanlah angka.

Keenam, ketika kita menuliskan bilangan huruf pecahan dapat ditulis dengan angka maupun huruf.

Ketujuh, penulisan bilangan bertingkat seperti abad ke-20 dapat ditulis dalam tiga bentuk, yaitu contohnya seperti abad XX, abad ke-20, dan abad kedua puluh.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD
Latihan: Membaca teks Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410, hlm. 134

Baca Juga: Usai Realisasi Smelter Gresik Freeport, Prabowo Siapkan Babak Baru Hilirisasi Emas di Indonesia

“Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun seribu sembilan ratus enam puluh tiga.”

Agar mudah dibaca, penulisan tahun menggunakan angka “1963”.

“KRI Pasopati 410 memiliki panjang tujuh puluh enam koma enam meter, lebar 6,3 meter, dan berat seribu tiga ratus ton.”

Sesuai kaidah penulisan di atas, penyebutan satuan dan ukuran sebaiknya menggunakan angka.

Baca Juga: 8 Fitur Spesial Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen, Cara Pintar dalam Sekali Klik!

Jadi perbaikannya adalah, “KRI Pasopati 410 memiliki panjang 76,6 meter, lebar 6,3 meter, dan berat 1.300 ton.

“Kecepatannya mencapai delapan belas koma tiga knot di atas permukaan laut, dan tiga belas koma enam knot di bawah permukaan laut.”

Perbaikannya adalah, “Kecepatannya mencapai 18,3 knot di atas permukaan laut, dan 13,6 knot di bawah permukaan laut.”

Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan dua belas torpedo uap gas dengan panjang tujuh meter. Kapal ini dapat memuat enam puluh tiga awak kapal termasuk kapten.

Perbaikannya adalah, “Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan 12 torpedo uap gas dengan panjang 7 meter. Kapal ini dapat memuat 63 awak kapal termasuk kapten.”***