

InNalar.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah yang sering mengalami kekeringan, karena curah hujan pada daerah tersebut termasuk rendah.
Sebab itu, maka bendungan merupakan satu alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dimaksud.
Adapun waduk yang dimaksud adalah bendungan Mbay, yang berada di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Sebenarnya pada tahun 2023 ini pemerintah tidak hanya membangun satu tempat penampungan air di daerah Timur Indonesia.
Karena diketahui terdapat 3 tempat air sekaligus yang tengah dibangun di daerah NTT.
Ketiga waduk yang dimaksud adalah bendungan Temef, Manikin, serta Mbay yang kali ini tengah dalam pembahasan.
Baca Juga: Awas Palestina! Israel Tebar Ancaman Bakal Hancurkan Hamas dengan Cara Perang Tak Manusiawi
Perlu diketahui, pembangunan tempat parkir air ini sebenarnya telah dibangun sejak tahun 2021 yang lalu.
Pada penggarapannya, pembangunan penampungan air ini terbagi menjadi 2 paket pengerjaan.
Pengerjaan Paket I sendiri dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah (KSO), yang telah mencapai kontruksi rampung sebesar 16,28%,.
Baca Juga: Gunung Setinggi 1,901 Mdpl di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan Ini Punya Batang Pohon Tak Biasa
Berlanjut pada pengerjaan Paket II yang digarap oleh PT Brantas Abipraya, progres kontruksinya telah mencapai 15,73%.
Dilansir InNalar.com dari pu.go.id, diketahui pembangunan tempat penampungan air di daerah Indonesia bagian Timur ini telah rampung 16,01% pada 14 Juni 2023.
Dengan kecepatan progres seperti itu, ditargetkan tempat parkir air tersebut akan rampung pada akhir tahun 2024, dan akan segera dapat mengaliri irigasi pertanian para warga.
Selama pembangunannya, bendungan Mbay membutuhkan dana investasi sebesar Rp 1,47 triliun.
Bendungan ini memiliki desain dengan tinggi 48 meter, dengan lebar 12 meter, serta memiliki panjang 436 meter.
Memiliki luas genangan air hingga 499,55 hektar, bendungan di NTT ini mengambil sumber air dari Sungai Aesesa.
Diketahui pada daerah Kabupaten Nagekeo di NTT memiliki komoditas utama yang berupa padi dan palawija, tentu tanaman tersebut membutuhkan irigasi air yang cukup lancar.
Karena itulah waduk di Indonesia bagian Timur yang memiliki kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3 ini memiliki fungsi utama sebagai pengairan irigasi bagi para warga sekitar.
Pengairan irigasi tersebut mampu mengaliri sekitar 5898 hektar.
Selain itu, tempat parkir air di NTT ini juga mampu memenuhi kebutuhan air baku sebesar 205 liter/detik dan mengurangi resiko banjir dari Sungai Aesesa sebesar 283,33 m3/detik.***